OTD Jatigede Optimis Masjid dan Menara Kujang Sepasang Bisa Geliatkan Ekonomi di Sumedang

oleh

RADARSUMEDANG.ID – Sejumlah warga orang terkena dampak (OTD) Jatigede menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al-Kamil di kawasan wisata Panenjoan – Jatigede.

Salah seorang Warga OTD dari Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal, Sridiyanto Wijaya mengatakan, Pembangunan Menara Kujang Sapasang yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu dinilai bakal menjadi cikal bakal meningkatnya geliat perekonomian.

Pasalnya kata pria yang akrab disapa Yanto ini warga terdampak Jatigede sudah banyak berkorban untuk kepentingan Jawa Barat. Seperti pemanfaatan Waduk Jatigede yang air baku untuk warga Indramayu, Majalengka, dan Cirebon dan Tenaga listrik untuk kepentingan warga di pulau jawa.

Disisi lain, sambung Sridiyanto, pengembangan ikan melalui Keramba Jaring Apung (KJA) tidak diperbolehkan. Sehingga, satu-satunya manfaat waduk Jatigede yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah pariwisata.

“Jadi salah satu sektor yang diharapkan dapat mendongkrak kembali perekonomian OTD adalah sektor Pariwisata. Untuk itu, kami warga OTD sangat mendukung rencana Gubernur Ridwan Kamil dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk membangun Menara Kujang Sepasang. Karena kami yakin berawal dari situ dapat menjadi cikal bakal meningkatnya geliat perekonomian masyarakat sekitar waduk Jatigede,” kata Yanto kepada Radar Sumedang, baru-baru ini.

Yanto menyebutkan, pembangunan menara Kujang Sapasang merupakan gagasan cerdas karena bisa menjadi ikon baru untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Jatigede. Ditambah dengan adanya jalan tol Cisumdawu akan rampung.

“Untuk itu, mau tidak mau Sumedang khususnya Jatigede harus punya magnet yang dapat memikat para wisatawan yang tentunya bakal berdampak terhadap meningkatnya ekonomi masyarakat. Kalau tidak, warga Jatigede akan jadi penonton. Kemiskinan pun akan makin meningkat,” sebut Yanto.

Senada salah seorang OTD lainnya yang merupakan eks Warga
Desa Cibungur yang kini menetap di Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja, Wahidin juga menilai, pembangunan menara Kujang Sapasang merupakan sebuah terobosan, lantaran membangun sektor pariwisata membutuhkan waktu yang lama, malah hingga puluhan tahun.

“Hanya dengan terobosan ikonik seperti menara Kujang Sapasang, waktu yang lama tersebut, bisa dipangkas. Sehingga dalam beberapa tahun bisa jadi destinasi unggulan. Apalagi Sumedang adalah puseur budaya Sunda dan kujang adalah simbol kedigdayaan budaya Sunda sehingga ini sangat tepat,” tuturnya.

Ia pun mengaku prihatin dengan sikap para anggota DPRD Provinsi Jawa Barat khususnya Dapil Sumedang yang lantang menolak gagasan dari Gubernur.

“Biaya 100 milyar sebenarnya terlalu murah jika dibandingkan dengan pengorbanan warga Jatigede. Kalau tidak bisa membantu kesulitan kami, ya jangan mengganggu dan menghalang-halangi program terobosan ikonik ini,” tukas Wahidin.

Dengan demikian, pihaknya sebagai warga terdampak Jatigede mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Emil.

“OTD sudah kehilangan pemukiman, lahan pertanian, infratuktur umum untuk pembangunan Waduk Jatigede. Jadi kami berharap melalui Menara Kujang Sapasang ini, menjadi cikal bakal meningkatnya geliat perekonomian masyarakat khususnya OTD Jatigede,” tandasnya seraya berpesan jangan pernah lelah serta ragu-ragu, untuk terus sejahterakan warga Jatigede, Sumedang dan Jawa Barat. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.