KOTA, RADARSUMEDANG.ID–Beberapa waktu lalu rombongan FKDT Kabupaten Sumedang menggelar ziarah Walisongo dan family gathering ke Cirebon, Demak, dan Yogyakarta. Dengan menerapkan prokes perjalanan wisata dimana seluruh peserta sudah divaksin dan melengkapi diri dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memasuki beberapa objek wisata di DI Yogyakarta.
Sekretaris FKDT Kabupaten Sumedang H Budiman mengungkapkan bahwa seluruh peserta ziarah Walisongo dan family gathering yang merupakan pengurus harian FKDT Sumedang dan para ketua FKDT kecamatan bisa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan lancar.
“Alhamdulillah seluruh peserta yang mengikuti tour dan ziarah seluruhnya sudah divaksin. Hingga kembali lagi ke Sumedang dalam kondisi sehat tidak ada peserta yang sakit. Itu semua berkat menerapkan prokes perjalanan wisata yang sudah dipandu secara baik oleh pihak tour and travel,” terang Budiman.
Budiman mengungkapkan aktivitas pariwisata di kawasan Malioboro sudah bergeliat kembali. Banyak wisatawan menikmati liburan di kawasan yang menjadi jantungnya Kota Gudeg itu.
Di beberapa titik di kawasan itu banyak dijumpai poster-poster dan media sosialisasi prokes dan anjuran vaksinasi. Sementara itu juga dijumpai beberapa petugas yang memakai pakaian layaknya seorang punggawa Keraton lengkap dengan tombaknya.
Tak jarang pula petugas berpakaian punggawa keraton ini lengkap dengan replika tombaknya memberikan peringatan kepada wisatawan yang abai dengan pelaksanaan prokes.
“Iya benar saya sempat lupa mengenakan masker, langsung dihampiri petugas berpakaian punggawa keraton tadi. Saya pun langsung mengenakan kembali masker yang lupa saya simpan di saku celana,” ujar Hery, salah seorang peserta rombongan tour asal Sumedang.

Hery pun sangat terkesan dengan cara petugas “Punggawa Keraton” itu yang memperingatkannya soal prokes namun tidak membuat dirinya merasa terusik. “Bagus cara memberitahunya, tidak seperti di tempat lain kadang petugas itu memperingatkan sambil bentak atau tunjuk-tunjuk masker. Ini sopan banget, petugas menghampiri saya dan meminta maaf terlebih dahulu, seraya meminta saya untuk kembali mengenakan masker selama berada di Kawasan Malioboro,” cerita Hery.
Padahal lanjut Hery, jika dibandingkan dengan di beberapa daerah lainnya, ada pula warga yang langsung disanksi karena tidak memakai masker. “Bagus juga ada sanksi yang jelas agar masyarakat disiplin. Tetapi cara-cara seperti yang diterapkan di Yogyakarta bisa ditiru daerah lain, berikan sosialisasi dahulu, ajak dahulu, jika dilakukan dengan cara-cara simpati pasti masyarakat pun bisa mengikuti,” pungkasnya.
Hery mengungkapkan wisatawan yang berada di sekitar perempatan Jalan Malioboro yang terdapat beberapa spot foto menarik seperti Keraton, Kauman, Monumen Juang, Kantor Pos, Bank Indonesia, sesekali terdengar suara imbauan agar wisatawan memperhatikan prokes dari pengeras suara yang terpasang di tiang lampu merah perempatan jalan tersebut. (rik)








