Radarsumedang.id – CIMALAKA – Satreskrim Polres Sumedang dibantu Tim Forensik melakukan autopsi jasad Ari Ramdani, Jumat (5/11). Sebelum dilakukan autopsi, terlebih dahulu makam Ari, di TPU Manyeu, Desa Citimun Kecamatan Cimalaka dibongkar.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Sukatani Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka, yang ditemukan meninggal dunia diantara dua gedung di Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan, pekan lalu. Namun hingga saat ini penyebab kematian Ari belum terungkap.
Ayah korban, Dede Rahmat (38) mengatakan, dengan adanya autopsi ini diharapkan dapat memastikan penyebab kematian Ari. Seperti diketahui, saat ditemukan wajah Ari berlumuran darah.
“Saya sebagai ayah kandung korban ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengan anak saya karena dilihat dari fisik korban terlihat sekali kejanggalan-kejanggalan,” ujarnya, disela proses autopsi.
Menurut keluarga, lanjut Dede, Ari meninggal secara tidak wajar, karena ditemukan beberapa luka di sekujur tubuhnya.
“Di situ terlihat jelas sekali bekas bekas pukulan, penganiayaan. Dari muka sendiri banyak sekali darah, terus di bagian punggungnya banyak memar. Terus di bagian tangan banyak sekali luka sundutan rokok,” katanya.
Dede menuturkan, saat Ari ditemukan meninggal, dirinya sedang berada di Bandung. Dede mengaku sebelumnya tidak mengetahui kondisi tubuh Ari saat ditemukan, sebelum ia mengetahuinya setelah melihat foto-foto tubuh Ari.
“Saya posisi ada di Bandung, dapat info dari ibu korban bahwa anak saya telah meninggal. Tapi saya tak dapat informasi bahwa meninggalnya seperti ini (penuh luka).
Dede pun mengaku tidak merasakan firasat apapun sebelum Ari meninggal. Terakhir kali berkomunikasi seminggu sebelum kejadian.
“Semoga ini cepat terungkap, apapun itu hasil dari autopsi, kalaupun ada tindak kekerasan dan kejahatan semoga pelakunya bisa tertangkap oleh pihak kepolisian,” ujarnya. (gun)







