Radarsumedang.id, CIMALAKA- Nama Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, sempat dikenal ke penjuru Nusantara lantaran segudang prestasi berbagai juara lomba yang pernah dimenangkannya. Karena sejumlah prestasi dimaksud, wilayah desa Naluk sempat pula menjadi objek kunjungan studi banding dari berbagai daerah lain se-Indonesia.
Namun untuk kali ini, Kepala Desa (Kades) Naluk Samsu Hidayat secara tegas menolak wilayahnya diikutsertakan oleh sejumlah instansi terkait dalam mengikuti berbagai perlombaan. Alasannya, mengantongi segudang prestasi tidak menjamin mendapatkan perhatian lebih dari yang lain.
“Berbagai penghargaan tidak cukup dengan selembar kertas piagam saja. Tapi harus ada azaz keadilan, dimana desa yang berprestasi semestinya dapat perhatian lebih, dapat hadiah yang selayaknya untuk diterima,” jelasnya.
Salah satu contoh, lanjut Samsu, 10 unit mobil ‘Maskara’ yang pernah diperuntukan bagi desa berprestasi di seputaran Sumedang. “Ternyata tidak semua desa berprestasi yang menerimanya. Masih ada desa yang tidak berprestasi, tapi dapat jatah mobil ‘Maskara’,” ungkapnya.
Hadiah harus selayaknya diberikan sesuai dengan hak peruntukannya. “Harusnya hadiah itu sesuai dengan prestasi, bukan karena faktor kedekatan atau faktor lain,” ujar Samsu.
Dia menambahkan, apabila hadiah diberikan sesuai dengan hak atas prestasi, maka seluruh wilayah desa akan tambah maju karena saling terpacu melalui berbagai event perlombaan. Sebaliknya, jika hadiah diberikan bukan atas prestasi, maka jangan diharap muncul kemajuan atas dampak dari mengadakan event perlombaan. (tri).





