Longsor di Cisurat Wado Seorang Ibu Tewas Tertimbun

oleh
LONGSOR : Diterjang longsor, sebuah rumah di Desa Cisurat, Wado rusak berat. Longsor tersebut juga memakan korban satu penghuni rumah meninggal dunia, dan satu anak luka berat.
Radarsumedang.id, WADO – Nasib tragis dialami Siti Nyoman (42) dan anaknya Dede Rayan (7) yang tertimbun longsor tebing setinggi 6 meter di belakang rumahnya, di Dusun Cisurat RT 04 RW 01 Desa Cisurat Kecamatan Wado, Sabtu (22/1) siang.
Meski berhasil dievakuasi warga, namun nyawa Siti tak tertolong, sedangkan anaknya berhasil selamat meski menderita luka cukup parah.
Ketua RT setempat, Usup Supriadi mengatakan, longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi sejak Sabtu siang. Material longsor berupa tanah dan pohon bambu menerjang kamar mandi dan ruang tengah. Saat kejadian korban dan anaknya sedang mandi sehingga tertimpa material longsor.
“Siang-siang itu cuaca sedang hujan, pas hujan reda langsung longsor kebawah. Mungkin korban sedang mandi,” kata Usup.
Puluhan warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya mengeluarkan tubuh korban dari tumpukan longsor. Evakuasi berlangsung dramatis karena yang terlihat hanya wajah dan tangan Rayan.
Setelah sekitar 20 menit, Rayan akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat, dan langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapat penanganan medis.
Namun naas, Siti meninggal dunia karena semua bagian tubuhnya tertimbun material longsor setebal 1,5 meter. “Ibunya meninggal, anaknya selamat dan dibawa ke puskesmas,” ujarnya.
Setelah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas untuk dibersihkan, jenazah Siti langsung dimakamkan pihak keluarga. Sementara Rayan dirujuk ke RSUD Sumedang untuk menangani luka-lukanya.
Camat Wado, Sutisna mengatakan, selain rumah korban yang rusak, tercatat 8 rumah lain di sekitarnya terancam longsor. Ia pun sudah meminta penghuni rumah agar mengevakuasi diri ke tempat yang aman.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, atas meninggalnya Siti Nyoman (42), yang menjadi korban bencana tanah longsor di Cisurat, Wado. Ucapan belasungkawa disampaikan bupati melalui akun media sosialnya.
“Mari sama-sama doakan Bu Siti diterima iman islamnya, diampuni dosa-dosanya, dan diberikan rahmat dan magfirah di alam kuburnya. Kalau orang yang meninggal tertimbun longsor insya Allah dalam kondisi mati syahid,” kata Dony.
Tak sampai disitu, bupati juga mendoakan anak korban, Dede Rayan (7) yang juga ikut tertimbun longsor agar segera pulih. Saat ini Rayan mendapat perawatan di RSUD Sumedang.
“Saya sudah menugaskan Direktur RSUD untuk melayaninya dengan baik, merawatnya sehingga bisa pulih kembali, dan tanpa biaya sepeserpun,” tuturnya.
Lebih jauh bupati mengimbau kepada warga untuk meninggalkan lokasi sekitar bencana jiga jika intensitas hujan tinggi. Keselamatan jiwa, kata Dony, harus diutamakan.
“Mudah-mudahan ini menjadi perhatian kita semua untuk senantiasa lebih waspada dalam menghadapi longsor ini,” tuturnya.
Bupati juga mengatakan pihaknya sudah memiliki peta rawan bencana alam, dan data tersebut sudah disebar ke setiap desa. Dengan adanya pemetaan tersebut diharapkan warga yang tinggal dan masuk peta rawan bencana agar lebih waspada saat hujan turun dengan intensitas tinggi. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.