Begini Cara Anak PAUD Termotivasi Membuang Sampah pada Tempatnya

oleh
oleh
FOR RADARSUMEDANG.ID LINGKUNGAN: Relawan Gempa Jabar mengkampanyekan peduli sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kepada puluhan anak Himpaudi Kecamatan Cimanggung, Kamis (1/12).

RADARSUMEDANG.ID – Relawan Gerakan Muda Peduli Alam (Gempa) Jabar gencar mengkampanyekan peduli sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kali ini kampanye dilakukan kepada puluhan anak Himpunan Pendidikan anak Usia dini (Himpaudi) Kecamatan Cimanggung, Kamis (1/12).

 

Koordinator Gempa Jabar, Dekki Ismailudin SH mengatakan, pihaknya mengajak anak -anak Paud dan gurunya untuk mengelola sampah organik, an organik, dan sampah keras. Sebab, ada puluhan bahkan ratusan PAUD, TK di kecamatan Cimanggung, pengelolaan sampahnya tidak jelas (kebanyakan dibakar).

 

“Dengan adanya sosialisasi dan kampanye sampah ini diharapkan para guru paud ataupun peserta didiknya peduli dengan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau sampahnya dibakar,” ujarnya.

 

Dekki menambahkan, akan memfasilitasi  tong sampah untuk disimpan disekolah yang dibuat dari ram kawat dan ban bekas, selanjutnya akan ada edukasi pemilahan sampah. Setelah terkumpul akan jemput, dan ini bagian dari program sedekah sampah.

 

“Kami berharap, aparat pemerintahan dan Dinas terkait agar bisa memfasilitasi dengan memberikan bantuan tong sampah kepada sekokah sekolah yang ada di Kabupaten Sumedang. Juga yang terpenting kepedulian masyarakat untuk sadar terhadap lingkungan dan meminimalisir sampah rumah tangga,” tambahnya.

 

Menurutnya, selain mengkampanyekan peduli sampah juga pengelolaan sampah rumah tangga menjadi tiga bagian, dimana program tersebut bagian dari program kerja Gempa bekerja sama dengan PT Coca Cola Amatil Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang.

 

“Program ini pun bagian dari Desa Bestari (Bersih dan Lestari) Pemerintahan Desa Cihanjuang Cimanggung,” ucapnya.

 

Sementara itu, Ketua Himpaudi Cimanggung, H. Tien mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, dengan adanya bantuan tong sampah dan edukasi terhadap lingkungan kepada peserta didik akan membuat anak didik terbiasa sejak dini.

 

“Dengan tidak membuang sampah sembarangan dan dapat membedakan mana sampah organik mana sampah an organik. Alhamdulillah adanya bantuan ini anak anak jadi senang. Mereka suka dengan tong sampahnya yang warna warni, dan ini juga akan memotivasi mereka untuk membuang sampah pada tempatnya tidak di dalam kelas atau di kolong meja,” tandasnya. (tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.