RADARSUMEDANG.ID – Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengatakan, tembakau Sumedang merupakan salah satu tembakau terbaik yang ada di Indonesia dan sangat potensial untuk dikembangkan. Tidak jauh berbeda dengan kopi dan batik.
“Tembakau Sumedang merupakan tembakau terbaik di Indonesia, begitupun untuk kopi dan batiknya,” ujar Erwan, saat menerima penghargaan Peringkat Silver untuk kategori Inovasi Pemberdayaan UMKM pada Regional Entrepreneur Awards 2022 yang digelar oleh Mark Plus Inc, di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, baru-baru ini.
Oleh sebab itu, Sumedang dinilai layak mendapatkan penghargaan tersebut atas upayanya dalam memberdayakan UMKM melalui Festival Kopi, Tembakau, dan Kreasi Batik Sumedang. “Saya berharap batik, kopi, dan tembakau Sumedang bisa lebih baik dan lebih maju lagi sehingga bisa dikenal oleh masyarakat secara luas. Bukan hanya di Jawa Barat, namun juga di Indonesia bahkan dunia,” katanya.
Wabup juga menambahkan, dengan diraihnya penghargaan tersebut, bisa menjadi motivasi serta menambah semangat untuk lebih mengembangkan produk-produk yang ada di Kabupaten Sumedang. “Semoga dengan penghargaan ini bisa menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha di Sumedang untuk lebih mengembangkan lagi baik itu batik, kopi, ataupun tembakau,” katanya lagi.
Dalam ajang penghargaan tersebut, turut dipamerkan pula batik, kopi dan tembakau dari Kabupaten Sumedang. Sementara itu, Wakil Ketua Markplus Inc. Taufik mengungkapkan, pihaknya melihat selama pandemi banyak instansi pemerintah berusaha melakukan kreatifitas dan inovasi memulihkan ekonomi mereka sehingga patut mendapat apresiasi.
“Saya melihat selama pandemi banyak organisasi di pemerintah baik di tingkat kabupaten, kota, bahkan provinsi berusaha melakukan kreatifitas dan inovasi. Anggaran pendapatan belanja daerahnya tidak hanya untuk bantuan sosial, tapi bisa untuk pemulihan ekonomi,” kata Taufik.
Menurutnya, kreatifitas, inovasi, entrepreneurship dan leadership tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar saja, namun dilakukan oleh pemerintahan, baik itu di kabupaten, kota, bahkan provinsi. “Kreatifitas informasi dulunya dilakukan seolah-olah dilakukan banyak perusahaan. Namun saat ini bisa dilakukan oleh pemerintah daerah juga,” katanya. (gun)





