RADARSUMEDANG.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku dengan berkembangnya teknologi saat ini, membuat kita harus bisa memgimbangi dan memanfaatkan dengan baik. “Sekarang sudah banyak dan berkembang semua digitalilasi, jadi kalau saya katakan kemarin kita berharap kedepan, makin kecil kemungkinan yang kena OTT karena apa semua sudah terekam digitalisasi,” ucapnya.
Luhut menambahkan, sekarang terjadi revolusi dalam bidang teknologi, yang harus ada didalamnya, atau memanfaatkannya, untuk mencegah korupsi, dan mencerdaskan bangsa ini.
“Jangan so bersih, kita semua pada dasarnya punya sifat nakal, tapi makanya ada norma dan aturan, sekarang pak gubernur sudah membuat sistem digitalisasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiwan mengatakan, sumedang kabupaten paling digital dan akan ditularkan ke kabupaten kota lain agar semuanya bisa digital, dengan digital korupsi, kolusi, nepotisme bisa diminimalisasi semua serba transparan.
“Dengan digital APBD sumedang bisa diakses oleh kejati, polda, kerjari, polres dan masyarakat, ini salah satu komitmen Pemda Sumedang untuk meningkatkan kualitas pemerintahan,” tambahnya.
Erwan mengaku, Kabupaten Sumedang menyelenggarakan West Java Digital Service Internasional Festival 2022 yang sekaligus dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pendayagunaan Aaparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
“Kegiatan ini, dihadiri kurang lebih 80 kepala daerah di Indonesia dan menjadi suatu kebanggaan, Semoga kita bisa terus kembalikan ini dan yang paling utama adalah bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Keuntungannya sendiri bagi Sumedang, kata erwan, karena dikunjungi sejumlah pejabat daerah lain diseluruh Indonesia.
“Jadi banyak sekali keuntungan, selama ini Sumedang dikenal sebagai Kota tahu saja, tapi sekarang dikenal diseluruh Indonesia jadi kota digital, dan juga keindahan Sumedang bisa dilihat. Sebab, dengan kegiatan ini tempat-tempat wisata di Kabupaten Sumedang ini bisa dikunjungi oleh Kota/Kabupaten yang lain,” tambahnya.
Menurutnya, jarang yang tau jika Sumedang banyak lokasi wisatanya yang taunya hanya Tahu saja. Selain itu yang lebih dikenalnya yakni kawasan pendidikan seperti IPDN IKOPIN dan Unpad dan ITB.
“Saya berharap semua orang tidak memandang sebelah mata lagi Sumedang setelah mendapatkan prestasi sebagi kota digital. Target saya kedepan, kita bisa lebih memberikan lagi pelayanan yang baik pada masyarakat bisa langsung dirasakan, juga dengan digital service Living lab di Kabupaten Sumedang ini, yang Paling utama adalah bagaimana menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran dan indeks penurunan angka Stunting,” ungkapnya. (tha)






