Camat Sangat Yakin Sekali Akan Bebas dari Zona Merah

oleh
oleh
AGUN/RADARSUMEDANG.ID GEBER: Pemberian bantuan makanan tambahan bergizi pada anak stunting di Kecamatan Sumedang Selatan. Dengan Geber Lawan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, camat yakin Sumedang Selatan bakal keluar dari zona merah stunting.

RADARSUMEDANG.ID – Camat Sumedang Selatan-Kabupaten Sumedang, Marlina yakin bahwa di wilayah pemerintahannya bakal segera keluar dari zona merah stunting. Sebelumnya, pada Februari 2023, Desa Mekarrahayu Kecamatan Sumedang Selatan masuk kategori zona merah, lantaran banyak balita yang stunting.

 

“Nanti Agustus 2023 ini akan dibuka raport stunting, kami sangat yakin sekali Sumedang Selatan akan bebas dari zona merah,” kata Marlina, Senin (22/5).

 

Bukan tanpa alasan. Keyakinan Marlina bahwa Sumedang Selatan bakal zero stunting, karena adanya program Gerakan Bersama (Geber) pengentasan kemiskinan ekstrim dan stunting dari Pemkab Sumedang.

 

“Memang belum new zero stunting, tapi perkembangannya sangat signifikan sekali. Balita-balita yang tadinya kategori sangat stunting sekarang jadi stunting,” ucapnya.

 

Upaya memerangi stunting, kata camat, Forkopimcam bersama para kepala desa, bidan desa dan kader PKK memberikan makanan bergizi tambahan. Di antaranya telur ayam dan susu formula. Menurutnya, program Geber sangat dirasakan manfaatnya.

 

“Kemiskinan ekstrim juga ada penurunan seiring adanya program Teras Hejo untuk dilakukan di semua keluarga dan unit pemerintahan. Sehingga menurunkan kemiskinan secara mandiri dan menurunkan stunting mandiri bisa dilaksanakan dengan baik,” kata camat.

 

Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan, Sumedang melakukan Geber Lawan Kemiskinan dan Stunting yang diluncurkan sejak 24 Februari 2023. ia menuturkan, untuk menuju zero stunting semua bergerak tidak berhenti mencegah stunting.

 

“Bukan hanya menangani bayi tapi dari hulunya juga, saat bayi masih dalam kandungan ibunya. Ikhtiar ini supaya balita kita tumbuh berkembang dan menjadi generasi emas di masa depan,” kata Bupati Dony dalam Instagramnya.

 

Ia menuturkan, anak-anak yang sekarang berusia balita pada saat Indonesia genap berusia 100 tahun pada 2045 menjadi Generasi Emas, balita yang sekarang akan berusia 20 tahunan. Anak-anak balita tersebut, yang akan memimpin bangsa ini di tahun 2045 kelak. Di tangan mereka yang masih bayi dan anak-anak sekarang inilah, masa depan dan nasib bangsa ini dipertaruhkan.

 

“Mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah. Pasalnya, stunting masih menjadi masalah, bayi gagal tumbuh berkembang karena kurang asupan gizi utama. Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia,” tulisnya. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.