RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia memadati kantor Technolife One Stop Entertainment dan Bisnis di Jalan Ir. Soekarno Nomor 4-5 Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Mereka mendaftarkan diri menjadi member UMKM Technolife, Kamis (24/8).
Para pelaku UMKM tergiur dengan program pinjaman modal tanpa agunan dengan syarat terlebih dahulu harus menjadi member Technolife. Salah seorang pelaku UMKM Sumedang, Teti Sulastri mengatakan, masalah permodalan dan pemasaran menjadi permasalahan yang sering dihadapi para pelaku UMKM Sumedang.
Sehubungan itu, dengan adanya program dari Technolife menjadi angin segar bagi dirinya untuk mengembangkan usahanya. “Kebetulan saya sudah lama bergelut mengembangkan usaha di bidang konveksi dan makanan, pasca covid-19 kemarin dan sepinya orderan membuat kami kerepotan untuk bertahan,” ucapnya.
Direktur Utama Technolife, Surahman Novianto mengaku, program bantuan pinjaman modal ini sebagai langkah technolife untuk membantu para pelaku UMKM di Jawa Barat khususnya Sumedang dalam berbagai hal yang berurusan dengan UMKM. “Syaratnya, pelaku UMKM harus menjadi member technolife dengan membayar Rp100 ribu,” ujarnya.
Surahman menambahkan, selain harus menjadi member Technolife juga syaratnya cukup melampirkan Fotokopi KTP suami istri, KK, surat keterangan usaha dan NPWP. Keuntungan menjadi member mendapatkan pinjaman modal tanpa agunan dengan platform pinjaman Rp2 juta hingga Rp100 juta.
“Sedangkan jika meminjam Rp200 juta ke atas sampai limitnya Rp2 miliar memakai agunan. Seperti sertifikat tanah, atau surat berharga lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, keuntungan lainnya akan mendapatkan 20 unit sektor usaha di technolife. Diantaranya pemasangan display di galeri technolife, dan akan dibawa pameran ke dalam sampai luar negeri.
Sementara itu, Ketua UMKM PT Technolife, Dewi Kurniaty mengatakan, program UMKM Level Up dan Go Internasional itu sebagai wujud kepedulian Tecnolife kepada pelaku UMKM di Jawa Barat.
“Sudah ada 53 produk UMKM yang berada dibawah asuhan kami. Mereka semua sudah dibawa ke luar negeri. 5 diantaranya sudah di request di sana (Jerman). Jenisnya seperti sepatu, gula semut, jahe, dan susu kambing etawa,” tutur Dewi. (tha)







