RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan layanan keuangan digital melalui Quick Response Indonesia Standard (QRIS) dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) akan digunakan lebih dalam transaksi di kalangan pemerintah maupun masyarakat.
Itu dikatakan Herman dalam rangka percepatan digitalisasi daerah yang didalamnya ada elektrifikasi transaksi pemerintah daerah dan elektrifikasi transaksi masyarakat.
“Baik QRIS maupun KKI kedua-duanya adalah alat yang dikeluarkan pemerintah agar transaksi di masyarakat maupun pemerintah bisa dilakukan secara digital payment (pembayaran digital). Insya Allah, QRIS maupun KKI akan dieksekusi dalam transaksi pemerintah daerah, baik dari sisi belanja maupun pendapatan,” kata Herman kepada sejumlah awak media, Rabu (6/9).
Menurut Herman, hal itu merupakan salah satu upaya agar transaksi lebih transparan, lebih tertib dan aman. “Ini dimaksudkan agar transaksi di pemerintah atau pun di masyarakat bisa cashless alias dilakukan secara digital payment supaya lebih transparan, lebih tertib serta aman,” ujarnya.
Meski demikian diakui Herman, untuk mewujudkannya tidaklah mudah. Namun pihaknya akan terus berusaha untuk mewujudkan hal tersebut.
“Ini memang berat, tapi Insya Allah (bisa berjalan). ‘Cikaracak Ninggang Batu, Laun-laun Jadi Legok’, kalau kita ‘keyeng’ (bersungguh-sungguh), pasti ‘pareng’(berhasil),” ucapnya.
Herman menambahkan, kunci dari semua itu adalah literasi aparatur dan literasi masyarakat, baik terkait dengan finansial maupun terkait dengan digital.
“Kita akan lakukan secara serius, untuk kemajuan Kabupaten Sumedang. Insya Allah digital economic Sumedang bisa terdepan di Republik ini,” pungkas Herman. (jim)







