Himaka Fikom Unpad Kenalkan Batik Kasumedangan Melalui Pameran Interaktif

oleh
Himaka Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad menggelar pameran interaktif mengenai Batik Kasumedangan di Teater Pengetahuan, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Sumedang pada Senin (04/10) lalu

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Upaya memperkenalkan batik kasumedangan, Himpunan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi (Himaka) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menggelar pameran interaktif mengenai Batik Kasumedangan di Teater Pengetahuan, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Sumedang pada Senin (4/10) lalu.

Pameran ini merupakan acara puncak dari rangkaian program kerja tahunan Himaka Library Care (HLC) dengan tema ‘Mikawanoh Batik Kasumedangan Tresna Budaya Sunda’. HLC sendiri merupakan kegiatan yang menekankan pada konsep dokumentasi dan literasi budaya.

Project Officer (PO) HLC, Ivy Maura Alifia Pramudyo menjelaskan bahwa, pemilihan batik kasumedangan ini dilandasi oleh banyaknya masyarakat yang belum mengenal budaya tak benda satu ini. 

“Untuk itu, HLC 2023 memperkenalkan batik kasumedangan kepada masyarakat melalui materi yang dikemas dalam bentuk teks, audio, dan video,” ujarnya. 

Ivy menambahkan, materi yang disampaikan mengenai proses pembuatan batik serta jenis-jenis batik yang ada di Kabupaten Sumedang.

“Peserta yang berkunjung ke acara ini mendapatkan informasi seputar Batik Indonesia, Batik Kasumedangan, Tokoh-tokoh Batik di Indonesia, Pusat Perbatikan di Indonesia, Ragam Hias Batik di Indonesia yang ditampung dalam sebuah (dokumen) PDF,” jelasnya. 

HLC 2023 digelar dengan harapan masyarakat dapat lebih peka akan pentingnya sebuah informasi dan budaya sebagai identitas bangsa.

“Diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga akan kepemilikan aset budaya Indonesia salah satunya Batik Kasumedangan,” ungkap Ivy sebagai penutup.

Sementara Vice Project Officer I (VPO I) HLC Fajrini Widyadhari menjelaskan, layar monitor juga disediakan untuk peserta agar dapat mengakses dan membaca materi mengenai batik dengan baik. Selain itu, peserta juga dapat melakukan kuis interaktif setelah membaca materi tersebut.

“Kami juga memamerkan beberapa alat dan bahan pembuatan batik, dimana peserta bisa mengetahui kegunaan alat dan bahan itu melalui scan QR,” ujarnya. 

Pameran interaktif ini juga dilengkapi dengan sesi penayangan video dokumentasi budaya di Sanggar Batik Umimay mengenai proses pembuatan batik, khususnya tentang motif Batik Mahkota Binokasih, salah satu motif dari Batik Kasumedangan. 

“Selain itu, ada juga sesi mencanting/ngrengreng agar peserta bisa merasakan secara langsung esensi dari kegiatan membatik itu sendiri,” tandasnya. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.