RADARSUMEDANG.id, JATINUNGGAL – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang baru-baru ini menggelar kegiatan pemberdayaan perempuan berbasis TPoL (Three Points of Literacy) di Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada perempuan di desa tersebut dalam tiga aspek penting: literasi keuangan, literasi gizi, dan literasi anti kekerasan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Gaharani Saraswati, didampingi oleh Anggota 1, Mirwan Aji Soleh, dan Anggota 2, Siti Noor Rochmah, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kader PKK Desa Sirnasari Kecamatan Jatinunggal. Gaharani Saraswati menjelaskan lebih lanjut tentang konsep TPoL yang melibatkan tiga poin literasi penting.
“Pertama literasi keuangan, kegiatan literasi keuangan memberikan pelatihan kepada peserta tentang pengelolaan keuangan rumah tangga dan merencanakan tabungan. Tujuan dari literasi keuangan adalah membantu masyarakat agar dapat mengelola keuangan mereka dengan bijak,” terang Gaharani.
Kemudian literasi gizi, sambung Gaharani memberikan pemahaman literasi gizi dengan mengajak masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga, memanfaatkan pekarangan sebagai kebun mini, dan memberikan pelatihan-pelatihan tentang pola asuh, gizi, dan olahraga.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola makan sehat,” imbuhnya.
“Literasi anti kekerasan memberikan informasi dan pemahaman tentang berbagai bentuk kekerasan, pemanfaatan hasil penelitian dosen dalam bentuk dongeng Antik, dan pelatihan beladiri praktis. Tujuan dari literasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada perempuan dalam upaya melindungi diri mereka dari kekerasan,” jelasnya lagi.
Selama kegiatan ini, sambung Gaharani, program TPoL juga memfasilitasi masyarakat dengan beragam media dan bahan bacaan serta informasi melalui kegiatan pelatihan.
“Diharapkan bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sirnasari dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan keuangan, gizi, dan pola asuh anti kekerasan. Hal ini akan membantu perempuan di desa tersebut untuk menjadi lebih mandiri dan memiliki pengetahuan yang lebih luas dalam aspek-aspek kunci ini,” urainya.
Menurut Gaharani kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi FKIP Universitas Sebelas April Sumedang dalam rangka memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan dan pelatihan yang bermanfaat.
“Semoga keberlanjutan dari kegiatan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perempuan di Desa Sirnasari dan komunitas sekitarnya,” harapnya.(rik)







