RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Puluhan rumah di Dusun Lembur Sawah, Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, porak-poranda karena diterjang angin puting beliung pada Jumat (24/11) sekitar pukul 12.00 WIB.
Hujan deras dan angin kencang menyebabkan rusaknya sejumlah rumah warga, termasuk merusak bagian atas atap dan merobohkan beberapa pohon di sekitar area kejadian.
Seorang warga setempat Egi, menceritakan bahwa rumahnya menjadi korban sapuan angin yang sangat kuat.
“Hujan yang turun siang tadi cukup lebat, disertai angin kencang, seketika membuat genteng rumah beterbangan,” ungkapnya kepada Radar Sumedang.
Egi menyatakan, hampir setiap RT di 3 RW terkena imbas angin kencang ini, menyebabkan genteng, kaca, dan asbes rusak. Bahkan, ada kasus yang lebih parah, di mana kayu-kayu penyangga genteng ikut tersapu angin.

“Saat ini kami tengah berusaha membersihkan rumah agar bisa kembali normal dan bisa ditempati,” katanya.
Anim (55) warga setempat mengaku mengaku panik dengan kondisi musibah tersebut.
Saat kejadian, ia ke luar rumah yang juga memantau situasi lingkungan di pemukiman wilayah tersebut.
Bahkan, genting rumahnya pun berterbangan yang dikhawatirkan atap bangunan ikut roboh.
“Saya bersama istri, langsung lari ke luar rumah dan khawatir rumah ambruk,” ujar dia seraya berucap air hujan pun masuk ke dalam rumah.
Setelah hujan reda, terlihat raut wajah warga disana pun masih panik serta cemas.
Mereka berharap semoga tak terjadi kejadian serupa yang membuat warga panik.
Sementara itu, aparat Desa Cijeruk Tarmana mengatakan, bahwa sekitar 80 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap.
“Kami melakukan assessment dan warga bahu-membahu membersihkan material rumah yang rusak dengan peralatan seadanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, hujan yang mengguyur wilayah Cijeruk baru terjadi beberapa kali pasca kemarau, namun hujan yang terjadi saat ini cukup lebat bahkan disertai angin.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk penanganan lebih lanjut,” tandasnya. (tha)







