RADARSUMEDANG.id, KOTA – Warga masyarakat patut waspada, pasalnya akhir-akhir ini kembali marak aksi hipnotis di Sumedang. Yang terbaru dialami Suryana, 55, seorang pedagang bakso ikan asal Tasikmalaya yang tinggal di Lingkungan Talun Kidul, Kecamatan Sumedang Utara dihipnotis pada saat melewati Jembatan Rancamulya, Selasa (5/11/2023).
Korban yang akrab disapa Abah Atang itu, pada siang hari sekitar pukul 11.00 tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang mengendarai scoopy berhenti dan langsung menepuk punggungnya dari belakang sambil menyapa.
“Seketika Si Abah seperti tidak sadar dan menjawab sapaan si pengendara tadi. Pelaku menanyakan ke Si Abah punya uang berapa. Dan seketika langsung dikasihkan ke pelaku. Lalu dia pergi ke arah Wado,” terang Asep, salah seorang kerabat Abah Atang di Talun Kidul kepada Radar Sumedang, Rabu (6/11/2023).
Asep yang sehari-hari berjualan menjual koran di depan Rabbani Sumedang ini mengungkapkan usai Abah Atang dihipnotis lalu di hampiri seorang warga sekitar jembatan, yang menanyakan jika yang menghampirinya tadi itu apakah anaknya yang bersangkutan.
“Baru Abah Atang sadar kalau dirinya jadi korban hipnotis. Dia mengaku kepada warga tadi itu bukan saudara atau kerabatnya tapi orang lain. Kemudian si saksi tadi memberitahukan nomor plat nomor si pelaku,” beber Asep lagi.
Diketahui plat nomor sepeda motor scoopy warna abu yang dipakai pelaku untuk melancarkan aksi hipnotisnya itu Z 2021 AAJ.
Sebelumnya, Mukhtar seorang pensiunan PNS warga Bentar, Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua juga menjadi korban hipnotis. Pelaku datang ke rumahnya layaknya orang bertamu dan mengaku sebagai petugas PLN dan menawarkan jasa menaikkan KWH listrik dari 450 Watt ke 900 Watt.
“Anehnya pelaku yang datang ke rumah sore hari itu tahu nama lengkap rekening listrik disini. Padahalkan orangnya juga sudah meninggal lama,” ungkap Ucih, istrinya Mukhtar.
Pada saat kejadiannya, kakek sebelas orang cucu ini, ditanya ada uang tidak kemudian dia meminta uang sejumlah Rp 900 ribu untuk menaikkan daya listrik rumahnya. “Emak sempat mau mengingatkan Bapak kok malah langsung mengambil uang dan memberikannya begitu saja,” ungkap Ucih.
Baru setelah pelaku pergi, mereka berdua sadar telah menjadi korban hipnotis. “Bahkan Bapak sempat minta kwitansi pembayaran dan diserahkan oleh si pelaku. Namun setelah diteliti ternyata kwitansinya juga palsu,” pungkasnya.(rik)







