Ini Langkah Antisipatif dalam KBM dan Tanggapan Terkini Terhadap Kerusakan Bangunan Akibat Gempa

oleh
Petugas dari Kementerian PUPR saat melakukan asesmen terhadap kerusakan bangunan yang terjadi di kampus SMAN 1 Sumedang.

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Wakasek Humas SMAN 1 Sumedang M. Gofur Rohim mengatakan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 1 Sumedang sementara waktu dilakukan secara daring.

Itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya kerusakan lanjutan yang terjadi di sejumlah titik Budi bangunan sekolah.

“Pas awal kita masuk sekolah, kita izin kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi sama dengan ibu KCD Wilayah VIII Jawa Barat bahwa kita akan daring dulu,” kata Gofur kepada Radar Sumedang, Rabu (24/1/2024).

Kendati demikian dikatakan Gofur, satu minggu sudah terlewati yang kemudian minggu sekarang di semester genap kita kembali KBM tatap muka. Dengan catatan, jam KBM-nya dikurangi yang semula 40 menit sekarang menjadi 35 menit.

“Jadi, siswa pulang lebih awal. Itu, sebagai bentuk aktivitas antisipasi dan kekhawatiran kita barangkali jaga-jaga kembali bencana susulan,” terang Gofur.

Sementara saat disinggung hasil asesmen dari PUPR, Gofur menyampaikan bahwa semuanya termasuk rusak ringan, rusak ringan.

“Adapun untuk hal-hal yang mungkin sifatnya mendesak penting, seperti genteng yang mungkin itu harus segera kita antisipasi dan dilakukan lebih awal. Sementara untuk perbaikan-perbaikan ruangan lain yang berdampak, kita masih menunggu bantuan dari PUPR,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kondisi seperti ini dapat segera berakhir sehingga KBM di Smansa berjalan aman, nyaman dan bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Semoga segera terealisasi untuk perbaikan-perbaikan bagi ruangan-ruangan yang terdampak gempa,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.