RADARSUMEDANG.id, KOTA–Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang memastikan akan bekerja semaksimal mungkin untuk memfasilitasi para penyelenggara pemilu khususnya yang bertugas di TPS supaya tetap bugar dalam menjalankan tugas.
Pasalnya berdasarkan pengalaman pemilu 2019, terjadi kasus kematian yang dialami oleh para penyelenggara pemilu saat menjalankan tugasnya.
Bahkan berdasarkan data, di Jawa Barat saja tercatat ada 177 penyelenggara pemilu yang meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.
Menurut Kepala Subkor Pelayanan Primer Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Sidik, Dinas Kesehatan pada pemilu tahun ini melakukan upaya preventif, promotif dan screening.
“Bedanya kalau tahun ini kita ada screening pemeriksaan tensi darah, kolesterol sama gula. Bahkan petugas nakes dari puskesmas di tiap kecamatan berdasarkan arahan dari Kemenkes siaga 24 jam H-1 dan H+5 pemilu. Karena lima hari pasca pemilu merupakan titik kritisnya karena ada penghitungan dari siang sampai malam hari,” kata dr. Sidik di Dinas Kesehatan, Selasa (13/2/2024).
Pada jam-jam tersebut lanjut dia, petugas KPPS dipastikan akan mengalami tingkat stress tinggi dan tekanan mental. Belum lagi jika melihat rata-rata gangguan kesehatan yang terjadi diantara para petugas KPPS yaitu gangguan jantung cardiovascular, hipertensi dan struk
“Kita belajar dari 5 tahun terakhir berdasarkan kajian dari UGM faktor paling dominan adalah faktor kelelahan ditambah dengan punya penyakit darah tinggi atau asma atau penyakit pemberat lainnya. Belum lagi berdasarkan pengalaman, yang meninggal itu saat sudah berada di rumah dan di rumah sakit setelah dapat penanganan,” ujarnya.
Adapun kata dia, proses screening yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan juga dilakukan secara mobile yang ditempatkan di setiap desa, dan setiap puskesmas ada binwilkes juga nomor-nomor darurat petugas kesehatan puskesmas dan PSC 119.
“Seluruh nakes di puskesmas ada shift seperti halnya pada posko Nataru dan IdulFitri. Ini untuk mengantisipasi bilamana ada kejadian secara tiba-tiba atau gawat darurat seperti kelelahan atau pingsan. Termasuk kami juga bekerja bersama klinik-klinik juga rumah sakit rujukan sehingga kita dapat memberikan pelayanan kesehatan sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelas dr. Sidik. (jim)







