Bantuan Kementan untuk Buruh Tani Miskin tak Punya Lahan

oleh
Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman saat berdialog dengan para petani/kelompok tani di salah satu lahan pertanian di Kabupaten Sumedang

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Sajidin mengatakan bahwa program satu hektar buruh tani bangkit (STARBAK) atau satu hektar satu desa sedang disusun kebutuhannya oleh DPKP untuk bantuan yang akan diberikan bagi para petani yang tidak mampu di Sumedang.

Bahkan saat kunjungan Kementan beberapa waktu lalu, Mentan Amran Sulaiman memberikan tantangan kepada Sumedang 10 hektar per desa. Karenanya dalam waktu dekat supaya lebih optimal, rencananya Pj Bupati Herman Suryatman akan melakukan ekspos di Kementan terkait hal ini.

“Tahun ini berkaitan dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementan. Yang mana nantinya akan diarahkan pada komoditas padi dan jagung, kemudian lahannya bisa milik desa, kelompok tani yang tandem secara tepat sasaran,” kata Sajidin saat dikonfirmasi Radar Sumedang disela operasi pasar murah di Alun-alun Tegalkalong, Senin (19/2/2024).

Kata Sajidin, bantuan ini diberikan untuk fasilitasi bagi buruh tani miskin yang masuk data regsosek. Mengingat selama ini para petani punya kemampuan untuk usaha tani, namun tidak punya lahan.

“Jadi nantinya pada implementasinya bisa menggunakan tanah kas desa, tanah kelompok tani atau lahan gambut maupun lahan karst. Jadi nanti bantuan yang datang itu seperti benih padi, benih jagung termasuk pupuk. Bahkan kita siapkan juga pengolahan lahan untuk mempercepat seperti traktor sehingga para buruh tani tinggal menanam dan betul-betul mau,” ujarnya.

Dengan demikian langkah ini merupakan menanggulangi angka kemiskinan di sektor pertanian.

Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati mengatakan, pihaknya akan menyambangi Kementerian Pertanian (Kementan) kaitannya dengan bantuan yang dijanjikan Menteri Pertanian Andri Amran Sulaiman saat berkunjung ke Sumedang, pekan kemarin.

Menurutnya, Pemkab Sumedang akan berupaya menindaklanjuti bantuan yang dijanjikan oleh Mentan Amran Sulaiman bagi para petani di Sumedang.

“Kita sedang buat CPCL (calon penerima calon lokasi). Yang mana dalam waktu tidak lama atau mungkin minggu ini kita akan susuk ke Kementan terkait CPCL yang diberikan,” kata Sekda Tuti saat dikonfirmasi Radar Sumedang usai menghadiri sebuah acara di Saphire City Park Sumedang Utara, Senin (5/2/2024).

Sekda Tuti juga kembali menegaskan bahwa bantuan yang diberikan Kementan tidak berbentuk uang, melainkan lebih kepada kemanfaatan guna mengakselerasi ketahanan pangan khususnya di wilayah Kabupaten Sumedang.

“Nilai Rp23 miliar yang diberikan oleh Kementan itu tidak press money. Tapi berupa pupuk, benih, dan alsintan yang diberikan kepada kelompok tani yang hadir pada acara kemarin di PPS, kemudian program satu hektar buruh tani bangkit (STARBAK),” terang Sekda Tuti.

Selain itu disebutkan Sekda Tuti, Kementan juga memberikan 10 hektar per desa untuk program lanjutan ketahanan pangan.

“Bantuan ini 100 persen dipenuhi seluruhnya oleh Kementan. Insya Allah lah secepatnya saya akan segera sampaikan langsung ke Kementan,” sebut Tuti. (jim)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.