Sumedang Luncurkan City Branding dan Geopark Lembah Cisaar

oleh
BUKU: Penyerahan buku tentang Sumedang kepada Prof. Dr. Ir. Deni Juanda disaksikan Dony AM, Erwan dan Misbah

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pemda Kabupaten Sumedang meluncurkan City Branding ‘Sumedang The City Of Knowledge’ yakni citra  kota Sumedang sebagai daerah atau kota pengetahuan. Selain itu diluncurkan pula Geopark Lembah Cisaar-Jatigede Sumedang dengan Geodiversity, Biodiversity dan Culturaldiversity, di Aula Tampomas Setda, Kamis (21/3/2024).

Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka (outstanding) termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada didalamnya, dimana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.(unesco, 2004).

Pj. Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, diluncurkannya City Branding dan Geopark tersebut akan meningkatkan daya saing dan daya tarik Kabupaten Sumedang. “Tentu saja dengan launching city branding dan geopark ini, kesejahteraan masyarakat Sumedang bisa meningkat signifikan,” ujarnya.

MOU: Penandatanganan MOU antara Pemda Sumedang dengan Tim Advisor Geopark Lembah Cisaar, Prof. Dr. Ir. Deni Juanda

Menurutnya, Pemda Kabupaten Sumedang akan terus mengejar penurunan angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Bahkan tahun 2024 ini Kabupaten Sumedang menargetkan penurunan angka kemiskinan 1-1,5 persen artinya dua kali lipat dari tahun sebelumnya.”Kami  akan kejar penurunan angka kemiskinan yang signifikan demikian juga dengan penurunan angka pengangguran. Karena ending dari launching ini adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Tim Advisor Geopark Lembah Cisaar yang juga Guru Besar ITB Prof. Dr. Ir. Deni Juanda mengatakan, daerah yang sudah menjadi geopark harus bisa mencapai masyarakat yang terdidik dan sehat, kemudian lingkungan yang terjaga, dan ekonomi yang meningkat.

MANTAN BUPATI: Para Mantan Bupati dan mantan Wabup beserta Guru Besar ITB Prof. Dr. Ir. Deni Juanda dan Stakeholder lainnya menghadiri launcing

“Tiga hal yang ada pada geopark yakni geodiversity (keanekaragaman geologi), biodiversity (keanekaragaman hayati) dan cultural diversity (keanekaragaman budaya) dengan tema pembangunannya. Nanti di daerah yang sudah menjadi geopark harus bisa mencapai masyarakat yang terdidik dan sehat kemudian lingkungannya terjaga dan ekonominya meningkat,” katanya.

Lembah Cisaar berada di Desa Jembarwangi dan sekitarnya, Kecamatan Tomo, dekat dengan perbatasan Kabupaten Sumedang-Majalengka. Kawasan ini merupakan wilayah potensi fosil vertebrata yang melimpah, fosil-fosil yang ditemukan, antara lain: fosil gading gajah, kura-kura, gigi buaya, banteng, babi, rusa, dan gigi hiu, fosil-fosil tersebut ditemukan baik di permukaan maupun masih tertanam dalam batuan, temuan fosil di Lembah Cisaar di awali pada tahun 2004 berupa rahang stegodon ditemukan oleh peneliti dari ITB dan seorang peneliti dari Jerman, DR. Cristien.

Selain fosil vertebrata, ditemukan juga alat batu (artefak), sehingga Lembah Cisaar menjadi salah satu lokasi situs pleistosen di Jawa Barat yang memiliki potensi dalam penelitian lingkungan purba.

Peluncuran tersebut dihadiri  unsur Forkopimda, para Kepala SKPD, Camat, Pimpinan BUMN/BUMD, para Guru Besar Universitas, Mantan Bupati Misbah, mantan Bupati Dony Ahmad Munir dan mantan Wabup Erwan Setiawan, Organisasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.(adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.