RADARSUMEDANG.id, KOTA – Warga binaan perempuan Lapas Kelas IIB Sumedang dilatih membuat berbagai kue kering. Pelatihan ini bekerja sama dengan (Lembaga Pendidikan Komputer dan Manajemen Actual) LPKMA Sumedang.
Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang Ratri Handoyo Eko Saputro mengatakan, meski dalam keadaan puasa, namun warga binaan tetap produktif dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, dalam hal ini membuat kue kering untuk lebaran.
“Alhamdulillah, meski dalam keadaan berpuasa, warga binaan di lapas Sumedang tetap produktif dengan melaksanakan hal positif. Salah satunya melakukan pelatihan tata boga yang bekerjasama dengan LPKMA Sumedang,” Kamis (21/3).
Ia menambahkan, pelatihan tata boga melibatkan tujuh orang warga binaan perempuan dan berkolaborasi dengan ibu-ibu Dharma Wanita lapas Kelas IIB Sumedang. Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama lima hari, dan telah menghasilkan berbagai jenis olahan kue kering.
“Kue kering olahan warga binaan perempuan lapas Sumedang ini, nantinya akan dipasarkan dan diperkenalkan ke warga Sumedang,” ujarnya.
Ratri menyebutkan jika bahan yang digunakan untuk membuat kue-kue kering tersebut merupakan bahan yang premium. Dan kue-kuenya pun dijamin enak dan murah.
“Bahan-bahannya premium, sehingga dijamin enak dan harganya pun terjangkau,” ucapnya.
Sementara itu, Pimpinan LPKMA Sumedang Eti Rusmiati mengatakan, dalam sehari, warga binaan perempuan lapas Sumedang ini bisa memproduksi sebanyak 40 toples kue kering dengan berbagai varian atau jenis kue.
“Ini bukan untuk pertama kalinya dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Sumedang, karena kegiatan rutin setiap memasuki bulan Ramadan atau menjelang hari raya Idul Fitri,” imbuhnya.
Lebih jauhnya menurut Eti, warga binaan sangat senang dengan adanya pelatihan tata boga, sebab, jika sudah keluar dan memiliki keterampilan bisa menjadi modal untuk berwirausaha. Ia menyebutkan, pesanan kue kering hasil olahan warga binaan perempuan lapas Sumedang ini sudah lebih dari 280 toples untuk lebaran Idul Fitri
“Dangan kegiatan ini, ketika mereka bebas sudah memiliki bekal untuk membuka wirausaha,” kata Eti. (gun)







