Sinergitas Pembangunan Kuncinya Kepemimpinan Kuat dan Koalisi Parpol

oleh
Politisi Partai Golkar Sumedang, Taufiq Gunawansyah

RADARSUMEDANG.ID, KOTA–Politisi Partai Golkar Sumedang, H Taufiq Gunawansyah memberikan catatan kepada siapapun yang akan mencalonkan diri pada kontestasi pilkada Sumedang 27 November 2024 mendatang.

Menurutnya, pada momentum pilkada tahun ini harus diisi oleh format kepemimpinan dengan koalisi yang kuat, juga format kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa Sumedang kepada akselerasi pembangunan.

“Prospek kepemimpinan Sumedang untuk menjadi daerah yang maju sangat besar sehingga sangat ditentukan oleh format kepemimpinan yang betul-betul memahami Sumedang. Kemudian juga tahu peta perjalanan Sumedang harus seperti apa dari masa ke masa dan masa depan,” kata Taufiq Gunawansyah saat dikonfirmasi Radar Sumedang usai mendaftar balonbup ke Sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumedang, belum lama ini.

Selain itu koalisi parpol yang kuat juga dibutuhkan untuk melakukan akselerasi pembangunan di Kabupaten Sumedang.

Oleh karenanya, politisi yang sudah pernah duduk di legislatif dan eksekutif ini menyarankan agar sebuah visi misi calon kepala daerah ke depan jangan hanya isi pikiran dari cakada itu sendiri. Namun harus menyesuaikan dengan visi misi partai pengusung dan merepresentasikan kebutuhan masyarakat.

Belum lagi di tahun 2025, ada sebuah momentum strategis, ketika DPRD dan Bupati-wakil Bupati terpilih harus menetapkan kembali visi misi daerah dalam kerangka RPJPD (rencana pembangunan jangka panjang daerah) 2025-2045 sehingga hal tersebut menjadi hakekat kebutuhan masyarakat di kemudian hari.

“Siapapun yang terpilih nantinya harus memiliki visi misi yang konteksnya dalam rangka mewujudkan visi misi daerah itu. Jangan sampai justru nanti konteksnya tidak nyambung, yang kemudian mendegradasi RPJPD,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama ini dalam pengalaman pilkada, para calon acap kali menawarkan visi misi mereka sendiri sehingga ketika terpilih kemudian menjadi referensi RPJMD, tapi tidak kontekstual dengan RPJPD.

“Inilah yang akan menyebabkan pergantian kepemimpinan setiap Bupati-wakil Bupati, kebijakannya cenderung berbeda-beda,” kata politisi senior Golkar yang akrab disapa Opik ini. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.