Program Raharja untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem 

oleh
Salah seorang operator komputer saat membuka grafik data miskin ekstrim di Sumedang.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli mengaku heran dengan data yang dikeluarkan oleh Pemda Sumedang baru-baru ini terkait dengan miskin ekstrim.

Pasalnya berdasarkan data yang dimiliki Pemda Sumedang, angka kemiskinan ekstrem terbanyak berada di Kecamatan Cimanggung. Padahal menurutnya wilayah tersebut merupakan wilayah industri dengan banyaknya perusahaan.

“Sebenarnya mungkin saja masyarakat sudah melakukan peningkatan kesejahteraan di lingkungannya, hanya saja belum berkoordinasi dengan kita untuk memastikan mana saja sasaran yang tepat. Karena jika sasarannya tidak tepat, maka angka kemiskinan ekstrem di Sumedang akan tetap ada,” kata Yudia saat menghadiri peluncuran program ‘Raharja’ (Rakyat Bahagia dan Sejahtera) di Gedung Negara, baru-baru ini.

Dirinya juga mengakui bahwa penanganan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, tetapi harus dengan cara yang ekstrem juga.

Karenanya, Pemda Sumedang mencanangkan program Raharja sebagai bukti bahwa Pemda Sumedang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan upaya menghapuskan kemiskinan ekstrem.

Selain itu program Raharja sebenarnya sejalan dengan Visi Sumedang Sehati (Sejahtera, Agamis dan Demokratis). Yang mana didalamnya ada berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah berdasarkan kategori kemiskinannya.

Dengan demikian, diharapkan upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan di Kabupaten Sumedang nantinya berimplikasi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Nanti akan kami komunikasikan dengan para pengusaha, terkait dengan mekanisme CSR yang selama ini telah dilakukan. Mudah-mudahan hasil koordinasi ini akan membawa perubahan besar dan perubahan cepat di dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Sebagai informasi, jumlah awal data miskin ekstrim di Kabupaten Sumedang 3936 KK dan data terakhir sekarang nampaknya berkurang menjadi 3083 KK  dan mayoritas berdasarkan jenis kelamin, warga dengan kategori miskin ekstrim dialami oleh laki-laki. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.