RADARSUMEDANG.id, KOTA – Setelah berjalan lebih dari tiga bulan, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perguruan Tinggi Royong Membangun Desa (PTGRMD) di Kabupaten Sumedang Tahun 2024 dievaluasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersama LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah IV Jabar dan Banten.
Perwakilan dari Pemkab Sumedang yang diwakili oleh Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Ili mengatakan, ada beberapa kendala yang masih ditemui pada pelaksanaan KKN tematik PTGRMD selama ini.
Yang mana kata Ili, dari 123 desa/kelurahan, yang menjadi lokus KKN Tematik PTM GRMD 2024 ini masih masih terkendala ketersediaan tempat tinggal.
“Masalah lainnya yaitu pelaksanaan program (One Village One Product) karena terkendala anggaran desa yang terbatas. Kemudian ada lagi permasalahan yang muncul, seperti ketersediaan tempat tinggal dan ada 23 desa terkendala untuk program OVOP karena keterbatasan anggaran desa,” kata Ili di ruang rapat Cakrabuana, PPS, belum lama ini.
Namun demikian, ia optimistis kedua permasalahan tersebut dapat diatasi.
Oleh sebab itu hasil evaluasi ini mesti dicermati dan menjadi perhatian dari pihak-pihak yang berkepentingan supaya pelaksanaan (KKN) ke depan bisa optimal. Terutama dalam rangka mengantisipasi permasalahan yang dihadapi
“Dari awal program gotong royong ini insyaallah kita akan ikhtiarkan untuk mendorong camat dan kades untuk mendukung OVOP,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof. Abdul Haris yang juga selaku Ketua Pelaksana PTGRMD mengatakan, pihaknya ingin segera menuntaskan program 2024 ini sesuai dengan ‘Key Performance Indicator’ (KPI) yang dicanangkan sebelumnya.
Yang mana, pihaknya ingin menyampaikan hasil evaluasi kegiatan PTGRMD sampai dengan bulan ke-3. Bulan ini sudah menginjak bulan ke-4.
Selain itu KPI yang dimaksud juga menjadi sasaran utama KKN Tematik, yaitu meningkatkan literasi masyarakat termasuk warga miskin ekstrem, mewujudkan zero new stunting, meningkatkan daya saing desa melalui One Village One Product (OVOP), menciptakan inovasi desa, dan mengoptimalkan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) desa.
“Kami ingin mendorong tercapainya _KPI_ seperti penurunan stunting, zero literasi masyarakat miskin, Program OVOP dan terakhir Puskesos agar masyarakat Sejahtera,” terang Prof. Abdul Haris.
Ia pun berharap program tersebut dapat terus berjalan sampai tuntas dengan para mahasiswa sebagai pelaku utamanya.
“Semoga bisa dimaknai masyarakat dengan baik dan mahasiswa turut berkontribusi mencerahkan atau menjelaskan kepada desa dan masyarakat desa,” katanya. (jim)







