RADARSUMEDANG.ID, TANJUNGSARI – Seorang pria ditemukan tergantung di sebuah pohon di dekat kawasan obyek wisata di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa pagi.
Mayat tersebut ditemukan dengan seutas tali yang mengikat lehernya di sebuah pohon di dalam hutan, sekitar 300 meter dari jalan desa.
Korban, yang masih mengenakan jaket dan sepatu boot warna kuning, diidentifikasi berinisial IW (41), seorang buruh harian lepas dan anggota SatLinmas Desa Cijambu.
Penemuan mayat pertama kali dilaporkan oleh kakak korban sekitar pukul 10.00 WIB, setelah korban tidak pulang semalaman sejak Senin, 22 Juli 2024.
Kepala Dusun I Desa Cijambu, Utang Kosasih, yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, bahwa peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar, korban ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di hutan yang berjarak lebih kurang 300 meter dari jalan desa di kawasan obyek wisata.
“Sebelum ditemukan, korban sempat dikabarkan hilang, menurut keluarga kemarin pagi korban sempat meninggalkan rumah pergi ke kebun, namun hingga sore hari tak kunjung pulang kerumah, hingga akhirnya keesokan harinya atu hari ini ditemukan dengan kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Warga sekitar yang mendengar kabar tersebut segera menuju lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi. Aparat desa, Bhabinmas, Babinsa, dan Tim Inafis Polres Sumedang langsung melakukan identifikasi di TKP.
“Polisi segera mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi dan mengevakuasi korban,” katanya.
Sementara itu, Kasi Tantribum Pol PP Tanjungsari, Endang Sukayat, menyatakan bahwa tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban, namun masih menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dari Tim Inafis Polres Sumedang.
“Untuk sementara tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan di tubuh korban, namun untuk lebih jelasnya kita menunggu hasil identifikasi petugas Inafis Polres Sumedang,” ungkap Endang.
Latar belakang korban mengakhiri hidupnya dengan cara tragis ini masih belum diketahui, karena keluarga korban masih dalam keadaan syok dan sulit diajak berkomunikasi.
“Menurut informasi, korban pamit kepada pihak keluarganya untuk menyiram tanaman di kebunnya yang berjarak tak jauh dari TKP,” tambah Endang.
Keluarga korban menolak dilakukan otopsi, dan jenazah korban akhirnya dibawa ke rumah untuk dilakukan pemulasaraan.(tha)







