Pemda Sumedang Siap Ekspor Mangga Gedong Gincu ke Jepang pada November 2024

oleh
Salah seorang petani gedong gincu saat bertemu dengan kepala Badan Karantina RI di Tolengas beberapa waktu lalu.

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Rencana ekspor komoditas unggulan Mangga Gedong Gincu kembali dibahas oleh Pemda bersama pihak In Jabar.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyampaikan, sejatinya Pemda Sumedang siap untuk segera merealisasikan ekspor mangga gedong gincu ke Jepang.

“Dalam pertemuan tadi,  kami membahas terkait bagaimana Sumedang bisa menyediakan mangga gedong gincu secara kontinyu,” kata Yudia saat membahas rencana percepatan ekspor mangga gedong gincu ke Jepang bersama In Jabar di ruang kerjanya, Rabu (27/2024).

Adapun kata Yudia, langkah yang akan dilakukan oleh Pemda Sumedang diantaranya adalah  menyiapkan pembinaan terhadap petani mangga gedong gincu.

“”Nanti kalau sudah disiapkan buyer-nya kemudian juga konsorsiumnya. Maka Pemda akan menyiapkan pembinaan terhadap para petaninya,” ujarnya.

Yudia menerangkan, ekspor mangga gedong gincu rencananya dimulai November 2024.

“Insya Allah manfaat dari ekspor ini, selain untuk meningkatkan pendapatan para petani, juga bisa memberdayakan petani gedong gincu untuk lebih diajarkan terkait dengan perdagangan modern. Jadi nantinya para petani akan diajarkan bagaimana mempersiapkan ini semua, dan bagaimana memelihara kualitas mangga gedong gincu, supaya lebih bisa diterima oleh negara-negara lain,” terang Yudia.

Selain itu Yudia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Sumedang sedang gencar-gencarnya melaksanakan program penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Karena saat ini sedang getol untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem. Saya berharap dengan ekspor ini para petani akan sejahtera, dan pertumbuhan ekonomi di Sumedang bisa meningkat,” katanya.

Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya Badan Karantina Indonesia (Barantin) RI memastikan akan segera membangun gudang instalasi VHT (Vapor Heat Treatment) di sekitar wilayah Kecamatan Tomo.

Keputusan itu setelah Kepala Barantin RI, Sahat Manaor Panggabean turun langsung meninjau calon lokasi Instalasi VHT yakni gedung eks Pasar Tolengas Tomo, Jumat (24/5/2024).

Kepala Badan Karantina Indonesia (Kabarantin) Sahat Manaor Panggabean menyebutkan, Mangga Gedong Gincu asal Sumedang tidak ada hama penyakitnya.

“Pihak pengusaha dari Jepang akhirnya melihat langsung. Benar secara ilmiah tidak terbukti hama penyakit itu sehingga mereka ingin investasi di Kabupaten Sumedang,” sebut Sahat.

Menurutnya, Mangga Gedong Gincu merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sumedang dan tidak ada di daerah lain di Indonesia.

“Di Jawa Barat hanya ada di daerah Sumedang dan sekitarnya. Inilah keunggulan kita yang bisa gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” tuturnya.

Oleh karena itu, Sahat meminta agar pengelolaannya harus dengan baik supaya benar-benar menguntungkan para petani setempat.

“Jadi bukan kita diatur oleh investor. Tapi kita yang akan mengatur harganya dan bagaimana kita mensejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Adapun terkait persyaratan investasi dari Jepang. Dipastikan sudah memenuhi keinginan dengan mendirikan VHT.

“Alatnya akan didatangkan dari Jepang. Kita harapkan bisa memenuhi syarat mereka sehingga ekspornya bisa langsung bergerak tidak perlu diskusi-diskusi teknis lagi,” imbuh Sahat.

Ia berharap langkah-langkah percepatan dapat dilakukan, supaya bisa segera terealisasi sehingga pada panen raya sudah bisa diekspor.

“Saya mendapat informasi panen raya Mangga Gedong Gincu di bulan Oktober-November (2024). Harapan kami pada saat panen raya, investasi sudah jalan dan kita bisa melakukan ekspor ke Jepang,” katanya. (jim)


 

No More Posts Available.

No more pages to load.