Dongkrak Wisata Sumedang Jangan Lupa Melestarikan Budaya Lokal 

oleh

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Kepala Bidang Kebudayaan pada Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Moch Budi Akbar kembali mengingatkan pentingnya melestarikan sektor kebudayaan yang akan menjadi kesejahteraan secara berkelanjutan bagi kehidupan manusia.

Itu dikatakan Budi saat menghadiri sebuah acara seni budaya di salah satu pesisir Waduk Jatigede, Sabtu (31/8/2024).

“Selama terkadang kita suka terjebak sebelum apa-apa sudah memikirkan sektor pariwisata. Padahal dengan melestarikan warisan budaya yang ada menciptakan budaya yang baru. Pariwisata insyaallah akan mengikuti nantinya,” kata Budi.

Salah satu contohnya lanjut Budi kehadiran Seni Larung (Mulasara Tembong Agung) di Basisir Cimareme, Desa MekarAsih, Kecamatan Jatigede.

Menurutnya, tradisi larung ini harus dilestarikan dari masa ke masa sehingga manfaatnya benar-benar terasa terutama untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kita sudah punya kekuatan, apa kekuatannya. Kita sudah memiliki Perda. Kita sudah memiliki dua perda. Perda Nomor 7/2015 tentang struktur bangunan dan Kawasan cagar budaya, dan yang kedua Perda Nomor 1/2020,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Budi, tradisi Larung dilakukan dengan cara diskusi hingga penampilan seni yang diawali tarian umbul. Kemudian dilanjutkan dengan seni angklung buncis dan terakhir ditutup dengan seni terebang yang menceritakan perjalanan sosok Aji Putih.

“Selain menabur sesajen dan bunga di perairan Jatigede sebagai pertanda mendoakan leluhur yang makamnya sudah tenggelam oleh Bendungan Jatigede, juga diisi dengan penanaman benih ikan. Pengunjung pun bisa melihat langsung matahari terbenam di antara celah-celah gunung yang mengelilingi kawasan Basisir Cimareme,” jelas Budi. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.