Longsor di Wado Sumedang, Timbun Setengah Badan Penghuni Rumah 

oleh
Longsor TPT terjadi di Dusun Galemo Sesa Cilengkrang Kecamatan Wado, Rabu (25/9). Material longsor menimpa rumah dibawahnya hingga membuat 2 ruangan kamar jebol.

RADARSUMEDANG.ID, WADO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, membuat tembok penahan tanah (TPT) MCK ambruk dan menimpa rumah dibawahnya, di Dusun Galemo, Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado, Rabu (25/9) petang. Akibatnya, rumah milik Ade Yana (45) yang dihuni satu Kepala Keluarga (KK) rusak berat di bagian dinding kamar hingga jebol. 

Anak Ade yang berusia 20 tahun bahkan sempat tertimbun material longsor, namun beruntung hanya mengalami luka ringan di bagian kaki. Sementara material bebatuan dari TPT setinggi 3 meter dengan panjang 15 meter, memasuki dua ruangan kamar hingga berserakan.

Ade menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat wilayah tersebut diguyur hujan deras. 

“Kejadiannya waktu hujan, saya juga sudah memberi tahu kepada anak-anak dan istri jangan terlalu diam di dalam kamar takut roboh. Terus saya keluar sebentar pas hujan deras itu, setengah jam kemudian istri saya memberitahu katanya TPT roboh menimpa rumah,” ujar Ade, Kamis (26/9) pagi.

Beruntung satu orang anaknya yang tertimpa material batuan selamat hanya mengalami luka ringan dibagian kaki dan pelipis kepala. 

“Kalau anak yang satu tertimpa separo kebawah kakinya, alhamdulillah tidak apa-apa sekarang udah bisa kembali bekerja lagi. Terus anak yang kecil satu lagi ngga apa-apa,” ucapnya.

Akibat musibah ini, pemilik rumah mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp5 Juta rupiah. Pascalongsor, Ade bersama dua orang anaknya serta istri mengungsi ke rumah orang tuanya. 

“Harapannya ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kembali rumah yang rusak,” harapannya.

Sementara itu BPBD Sumedang, bersama PMI dan Tagana yang mendapatkan informasi, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan asesmen, serta memberikan bantuan.

“Kalau penyebab longsor ini akibat diguyur hujan deras, tanah tak kuat menahan air yang meresap, sehingga TPT longsor dan menimpa rumah warga,” kata Kasi Darlog BPBD Sumedang, Kosdiani Wulandari.

BPBD mengimbau kepada warga Sumedang agar tetap waspada di masa transisi dari musim kemarau memasuki musim penghujan.(gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.