RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Kawasan Rebana Metropolitan Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Subang, Cirebon, Majalengka, Indramayu dan sebagian wilayah Sumedang disebut-sebut akan menjadi Kutub Ekonomi Baru di Jabar pada tahun 2030, selain Jabodetabek dan Bandung Raya.
Menurut Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bernadus Djonoputro, per tahun ini sudah ada dua kota baru berbasis industri yang memiliki progres yang pesat dan telah diluncurkan yakni, kawasan peruntukan industri (KPI) Cipali Subang Barat dan KPI Cipali Subang Timur dengan total 14,949 Ha dan KPI Kertajati – Jatitujuh dengan luas 5,769 Ha.
Atas dasar itu, BPKR mencoba menggali potensi sumberdaya manusia melalui sebuah diskusi bersama dengan stakeholder masyarakat dan para pemangku kepentingan di bidang sumber daya manusia agar bisa menjadi terdepan. Terlebih investasi yang masuk ke Sumedang relatif tinggi dan besar.
“Dalam diskusi ini kita para stakeholder para pemangku kepentingan di bidang pendidikan vokasi meyakini. Bahwa ini suatu kebijakan yang khas dan pasti untuk daerah rebana ini sangat diperlukan sehingga sumber daya manusia di Kabupaten Sumedang tidak tertinggal dengan kemajuan perkembangan industri yang terjadi pada Rebana,” kata Bernadus kepada Radar Sumedang pada FGD kesiapan tenaga kerja Sumedang dalam menyongsong perkembangan industri di wilayah kawasan Rebana yang digelar di Aula Tampomas, PPS, Kamis (17/10/2024).
Ia pun memberikan saran dan masukan bahwa ada beberapa tantangan yang harus dilakukan, berkaitan dengan penyesuaian kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Oleh sebab itu, supaya bisa menyatukan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja. Maka diperlukan kebijakan afirmasi, dimana tenaga kerja atau sumber daya manusia daerah itu didahulukan.
“Wilayah Rebana ini di dalamnya ada Sumedang, itu yang akan bertumbuh menjadi kutub pertumbuhan baru dengan industri-industri masa depan. Seperti misalnya mobil listrik, baterai kemudian logistik modern, dan industri- industri hijau lainnya. Karena penyerapan di seluruh wilayah rebana pada tahun setahun kemarin sudah mencapai sekitar 18.000 tenaga kerja,” ucapnya.
“Ke depan saya kira dalam waktu 15 tahun kedepan kita merencanakan penyerapan 4 juta tenaga kerja di wilayah Rebana sehingga Sumedang mesti menyiapkan diri untuk bisa terdepan disitu,” tambahnya.
Dengan demikian, karena rebana akan tumbuh menjadi sebuah kutub pertumbuhan baru dan pertumbuhannya itu tinggi. Maka 7 Kabupaten/kota harus siap.
“Kita tahu di Sumedang paling banyak perguruan tinggi dan sebaran SMK yang cukup sehingga harus mampu menangkap peluang. Maka kompetensinya harus disiapkan sesuai dengan industri industri masa depan yang akan ada di wilayah ini,” tukasnya.
Bernadus menambahkan, saat ini industri yang sudah masuk ke rebana sudah sangat banyak. Maka Sumedang sudah bersiap-siap dengan Sumedang Industriapolis yang akan dibangun.
“Saat ini di Sumedang sedang persiapan alas lahannya, dan hari ini banyak brand dunia manufaktur sudah mulai masuk di Subang dan Majalengka menuju kebutuhan nanti di Sumedang,” katanya. (jim)





