RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dari delapan ruang kelas di SDN Sindang III, Kecamatan Sumedang Utara, dua ruang kelas mengalami kerusakan berat. Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa disesuaikan demi menjaga keselamatan siswa.
Kepala SDN Sindang III, Yati Sumiati, S.Pd., menjelaskan bahwa kondisi bangunan yang rusak ini telah berdampak pada proses pembelajaran. Demi keamanan, pihak sekolah memberlakukan pembagian jam belajar siswa menjadi dua shift, yaitu shift pagi dan shift siang.
“Saat saya diangkat sebagai kepala sekolah tahun 2022, dua ruang kelas ini sudah dalam kondisi rusak, dengan sebagian besar plafon serta kayu penyangga atap yang lapuk termakan usia. Kondisi ini semakin diperparah setelah adanya rentetan gempa di Sumedang Kota beberapa waktu lalu,” ungkap Yati, Rabu (30/10/2024).

Yati menambahkan, SDN Sindang III belum menerima bantuan rehabilitasi dampak gempa seperti sekolah-sekolah lain karena pengajuan permohonan bantuan dinilai terlambat oleh dinas terkait. Namun, pihak Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Sumedang telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan menjanjikan bantuan rehabilitasi bangunan untuk tahun 2025 mendatang.
“Menurut informasi dari dinas, untuk tahun 2025 akan dilakukan rehabilitasi pada enam ruang kelas sesuai hasil asesmen,” lanjut Yati.
Selain kondisi beberapa ruang kelas yang tidak layak, pihak sekolah juga berencana memperluas halaman sekolah dan area lapang upacara.
“Rencananya kami ingin memperluas lapang upacara dengan memindahkan tangga yang terlalu memakan ruang di lapang upacara. Kemudian, halaman depan juga agar bisa diperluas, karena selama ini SDN Sindang III tidak jelas mana muka depan dan mana belakangnya,” pungkasnya.
Dengan kondisi saat ini, siswa dan pihak sekolah berharap rencana rehabilitasi tersebut dapat segera terealisasi demi terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman.(rik)







