RADARSUMEDANG.id, KOTA – Sebanyak 46 santri laki-laki Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Islami Cimalaka terpaksa diungsikan ke tenda darurat setelah kebakaran melanda aula dan musala di lantai dua bangunan ponpes, Senin malam (12/5).
Tenda-tenda darurat didirikan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para santri terdampak. Sementara itu, 39 santri perempuan tetap tinggal di kobong masing-masing karena lokasinya jauh dari titik kebakaran dan dinyatakan aman.
Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan bahwa seluruh santri dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Total santri yang tercatat berjumlah 85 orang, terdiri dari 46 santri laki-laki dan 39 santri perempuan.
“Kami pastikan evakuasi dilakukan dengan cepat untuk menjamin keselamatan para santri. Seluruhnya dalam kondisi baik. Santri laki-laki kami tempatkan di tenda darurat sementara, sedangkan santri perempuan tetap tinggal di kobong karena lokasinya aman,” ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat meninjau langsung lokasi kebakaran.
Selain pendirian tenda, Pemkab Sumedang juga memastikan ketersediaan kebutuhan dasar para santri, mulai dari makanan, pakaian, hingga perlengkapan ibadah. Bupati Dony juga meminta PLN segera melakukan pemeriksaan instalasi listrik untuk mencegah insiden serupa.
“Kami minta pihak PLN mengecek instalasi listrik secara menyeluruh agar tidak terjadi lagi korsleting. Kami juga pastikan semua kebutuhan para santriwan dan santriwati terpenuhi dan tidak ada yang terabaikan,” tegasnya.
Pihak pondok pesantren turut mengapresiasi respon cepat dari pemerintah daerah dan warga sekitar yang telah membantu proses evakuasi dan penanganan darurat.(gun)





