RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa tidak boleh ada perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, terlebih saat siswa baru sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Hal itu disampaikan Fajar saat membuka kegiatan MPLS di SMPN 1 Sumedang, Senin (14/7/2025). Ia mengingatkan para siswa senior agar menjaga dan membimbing adik-adik kelasnya.
“Saya minta kepada kakak kelas agar mengayomi adik-adiknya dengan baik. Tidak boleh ada yang melakukan perundungan. Kalau sampai terjadi, akan kami tindak tegas,” tegasnya di hadapan para peserta MPLS.
Menurut Fajar, sekolah adalah tempat untuk membentuk karakter dan mental siswa, bukan tempat untuk kekerasan.
“Di sinilah anak-anak kita dididik menjadi pribadi yang kuat dan siap berkontribusi bagi bangsa. Apalagi SMPN 1 ini adalah sekolah yang melahirkan orang-orang hebat, salah satunya Pak Bupati Dony Ahmad Munir,” katanya.
Fajar juga mengingatkan pentingnya mendampingi siswa dalam bermedia sosial. Ia meminta para guru tidak membiasakan siswa dengan konten hiburan semata.
“Kalau TikTok digunakan untuk edukasi atau sosialisasi, silakan. Tapi lebih baik kalau anak-anak kita distimulasi dengan hal-hal yang lebih membangun, seperti lagu-lagu kebangsaan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Fajar turut menyinggung kondisi guru yang kerap dilaporkan oleh orang tua murid hanya karena menegur secara tegas.
“Sedikit-sedikit dilaporkan ke polisi. Bapak Ibu guru jangan khawatir, saya siap membela selama itu dalam rangka mendidik. Justru generasi kita butuh pembinaan karakter agar mentalnya tidak rapuh di masa depan,” tandasnya.
Ia pun berpesan kepada siswa untuk terus semangat belajar dan menggali potensi diri.
“Saya percaya masa depan Sumedang ada di tangan kalian semua. Tekunlah belajar, pahami apa yang diajarkan guru, dan jangan melawan guru,” pesan Fajar.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MPLS SMPN 1 Sumedang, Ahmad Saepi, dalam laporannya menyebutkan bahwa MPLS bertujuan untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“MPLS bukan hanya soal pengenalan fasilitas, tapi juga membangun kedekatan emosional antara siswa dan sekolah sebagai rumah kedua mereka,” ujarnya.
Kegiatan MPLS berlangsung dari Senin hingga Jumat dan diikuti oleh 352 siswa baru, terdiri dari 171 siswa laki-laki dan 181 perempuan.(jim)







