Implementasi Geowisata Berkelanjutan pada UMKM Budidaya Lebah Madu Teuweul di Margawindu Kabupaten Sumedang  

oleh
KEGIATAN PENGABDIAN: Tim dari Mahasiswa dan Dosen Prodi Industri Pariwisata UPI Kampus Sumedang menggelar PkM di UMKM Budidaya Lebah Madu Teuweul di Margawindu Kabupaten Sumedang. (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG SELATAN — Program Studi Industri Pariwisata, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Implementasi Geowisata Berkelanjutan pada UMKM Budidaya Lebah Madu Teuweul di Margawindu Kabupaten Sumedang yang diprakarsai Ade Rohana.

Desa Margawindu terletak di wilayah pegunungan dengan ekosistem yang masih terjaga dan memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Salah satu potensi unggulan desa ini adalah budidaya lebah madu Teuweul, jenis lebah lokal yang mampu menghasilkan madu berkualitas tinggi dengan rasa khas pegunungan.

Potensi tersebut, dapat lebih dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata edukatif. Konsep geowisata berkelanjutan memberikan peluang untuk memadukan nilai ekonomi, edukasi, dan konservasi lingkungan, sehingga keberlanjutan sumber daya alam dapat terjamin dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Dr. Irena Novarlia, M.Pd., M.M., Rifqi Asy’ari M.Par., Dally Nur Arif M.Pd., Gilang Pratama Putra M.Pd., dan Tasya Laila Rahmah, S.Par., dalam pelaksanaannya dibantu oleh Tim dari Mahasiswa Prodi Industri Pariwisata UPI Kampus Sumedang. Pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan UMKM dan wisatawan sebagai pihak yang saling berkontribusi dalam keberhasilan program.

Dr Irena menjelaskan tahapan kegiatan di mulai dengan survey lapangan dan perencanaan dengan kegiatan identifikasi potensi lokasi budidaya lebah dan jalur wisata dan diskusi bersama pelaku UMKM. “Pelatihan dan pemberdayaan melalui pelatihan pembuatan produk turunan madu (minuman madu, lip balm madu, sabun madu, dan propolis madu). Pengembangan atraksi wisata melalui pembuatan paket tur edukasi lebah madu serta promosi dan jaringan pemasaran digital melalui media sosial dan platform pariwisata,” jelasnya.

Program ini, lanjut Dr Irena menunjukkan bahwa integrasi geowisata dengan UMKM budidaya lebah dapat memberikan manfaat ganda yaitu; meningkatkan ekonomi lokal dan menjaga lingkungan. “Keberhasilan ini ditopang oleh partisipasi aktif masyarakat, inovasi produk, dan sinergi dengan konsep konservasi. Tantangan yang masih dihadapi adalah menjaga konsistensi kualitas layanan wisata dan memperluas pasar produk madu secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Dengan demikian, implementasi geowisata berkelanjutan di Margawindu berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat, pendapatan, serta kesadaran lingkungan. Potensi ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi unggulan berbasis konservasi dan budaya lokal. Sehingga direkomendasikan mengembangkan promosi digital yang lebih luas untuk menarik wisatawan luar daerah, menjalin kemitraan dengan destinasi wisata alam di sekitar Margawindu, dan membuat kalender kegiatan wisata edukasi yang terjadwal.(rik)

No More Posts Available.

No more pages to load.