RADARSUMEDANG.id, Hanoi – Dalam upaya memperkuat sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam mengajukan rancangan peraturan yang akan menaikkan tunjangan profesional bagi pengajar hingga 80 persen dari gaji pokok, sebagai bagian dari reformasi pendidikan yang tengah digalakkan. Proposal ini tertuang dalam rancangan dekrit mengenai tunjangan jabatan bagi tenaga pendidikan negeri.
Rincian kebijakan menunjukkan bahwa untuk guru prasekolah, tunjangan dinaikkan dari semula 35% menjadi 45% di wilayah yang kondusif, dan hingga 80% di daerah dengan kondisi sosial-ekonomi yang sangat sulit—sebagai bentuk pengakuan atas kompleksitas dan tekanan tugas mereka.
Sementara itu, tunjangan untuk guru persiapan sekolah menengah atas (pre-university preparatory) juga akan naik dari 50% menjadi 70%, agar setara dengan tunjangan yang diterima oleh guru di sekolah asrama etnis—untuk memastikan keadilan dalam remunerasi bagi posisi yang memiliki tanggung jawab serupa.
Tidak hanya guru, staf pendukung sekolah juga akan mendapat perhatian melalui tunjangan baru: pustakawan dan staf administrasi mendapatkan 15%, staf spesialis bersama (seperti akuntan atau petugas kesehatan sekolah) mendapat 20%, dan posisi yang membutuhkan keahlian khusus akan memperoleh 25% tambahan.
Kementerian menyatakan bahwa kebijakan ini penting untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi dan tingginya tingkat pengunduran diri, terutama pada guru prasekolah. Contohnya, antara Agustus 2023 hingga April 2024, telah terjadi 1.600 pengunduran diri di kalangan guru prasekolah—setara 22% dari total penghentian profesi guru selama periode tersebut.
Secara keseluruhan, perumusan tunjangan yang adil dan sesuai dengan tugas tiap kelompok di sektor pendidikan ini diharapkan memperkuat kualitas dan stabilitas tenaga pendidik di seluruh Vietnam, sebagai bagian dari komitmen negara untuk pengembangan pendidikan berkelanjutan.(Net)







