RADARSUMEDANG.id — Media milik Pemerintah Rusia — khususnya kantor berita Sputnik — melaporkan adanya dugaan intervensi asing dalam demonstrasi berujung kekerasan di sejumlah kota Indonesia. Analisis tersebut menyebutkan nama miliarder George Soros dan lembaga National Endowment for Democracy (NED) sebagai tokoh di balik dinamika protes yang tersebar luas.
Analis geopolitis Angelo Giuliano dikutip Sputnik menyatakan bahwa penggunaan simbol seperti bendera bajak laut dari anime One Piece, yang merujuk pada perjuangan melawan “tirani”, bisa jadi bagian dari “playbook” gerakan warna dan indikasi agenda eksternal. “NED dan Soros telah berada di balik layar di Indonesia selama bertahun-tahun… Open Society Foundations telah menyalurkan dana miliaran dolar ke berbagai organisasi,” ungkap Giuliano.
Laporan ini turut menyoroti bagaimana demonstrasi yang muncul juga berkaitan dengan gejolak ekonomi dan ketidakpuasan publik—seperti isu tunjangan rumah anggota DPR dan insiden kematian pengemudi ojek online—namun Sputnik memandang bahwa konteks geopolitik turut memperumit dinamika sosial lokal.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti independen yang mendukung klaim keterlibatan Soros dan NED. Berita seperti ini juga sejalan dengan pola narasi konspirasi global terhadap Soros, yang selama ini sering dijadikan kambing hitam dalam peristiwa politik dan sosial, khususnya oleh media yang dekat dengan kepentingan tertentu.
Sementara itu, menurut laporan PinterPolitik, tudingan terhadap Soros sempat digaungkan oleh AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN, yang menyebut adanya “pihak asing yang mengipasi” aksi ricuh. Meskipun demikian, publik diminta tetap kritis terhadap isu-isu yang memunculkan tokoh global sebagai dalang tanpa bukti konkret.(net)





