Bupati Dony Targetkan Geoteater Rancakalong Jadi Ikon Budaya Sunda, Jalan Akses Akan Diperlebar

oleh

RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG – Kawasan Geoteater Rancakalong yang berada di ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut (MDPL) dengan panorama gunung dan perbukitan, kini terus dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya dan alam di Sumedang. Fasilitasnya pun mulai dilengkapi, seperti tempat makan, kedai kopi buhun khas Rancakalong, camping ground, hingga glamping yang sedang dalam pembangunan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat berkunjung ke lokasi menyebutkan, kawasan Geoteater Rancakalong sudah representatif sebagai destinasi wisata. Namun demikian, akses jalan menuju lokasi masih sempit karena hanya memiliki lebar 3,5 meter sehingga sulit dilalui kendaraan besar.

“Oleh sebab itu, Pemkab Sumedang akan melebarkan ruas Jalan Lebaktulang–Saungtalahab. Supaya lalu lintas dua arah lebih lancar, jalannya harus diperlebar dua meter di sisi kiri dan kanan,” kata Bupati Dony, Kamis (2/10/2025) petang.

Bupati meminta Camat Rancakalong untuk mengidentifikasi kondisi lahan di sekitar jalan, termasuk membedakan tanah milik desa dan milik masyarakat. Dengan begitu, jalan bisa diperlebar sehingga bus wisata dapat dengan mudah mengakses Geoteater Rancakalong.

Ruas jalan tersebut diketahui membentang di kawasan perbukitan yang menjadi sentra perkebunan palawija dan sayuran. Lahan di sekitar jalan mayoritas milik Desa Sukahayu, Sukamaju, dan Desa Pamekaran, Kecamatan Rancakalong. Di Blok Pasirsalam, berdiri Geoteater Rancakalong yang digadang-gadang menjadi pusat wisata budaya dan alam.

“Lokasi Geoteater Rancakalong sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 30 menit dari Gerbang Tol Cisumdawu di Pamulihan. Kami ingin Geoteater ini seperti GWK Bali, dengan menampilkan seni budaya harian untuk menarik wisatawan,” ujarnya.

Saat ini, jalan Lebaktulang–Saungtalahab sepanjang 4 kilometer sudah beraspal mulus dengan pemandangan alam yang indah. Jalur ini juga menghubungkan Jalan Mulyasari–Pasirbiru dengan Jalan Citali–Rancakalong–Selaawi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Geoteater Rancakalong direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat pertunjukan seni dan budaya Sunda. Wacana ini muncul setelah adanya tindak lanjut dari bantuan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PKP) RI, Maruarar Sirait, kepada pegiat seni dan budaya saat peresmian Sekretariat PMII Sumedang di Jatinangor, 22 Agustus lalu.

Menurut Bupati Dony, mimpi besar yang ingin diwujudkan adalah menjadikan Geoteater Rancakalong sebagai ikon seni budaya Sunda setara dengan Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

“Setiap hari harus ada pertunjukan di Geoteater Rancakalong. Misalnya Senin ada kuda renggong, Selasa tarawangsa, Rabu tari umbul, dan seterusnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Geoteater Rancakalong diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang menguatkan identitas Sumedang.

“Pemerintah daerah punya harapan besar untuk memajukan seni budaya Sunda. Geoteater Rancakalong bisa menjadi pusat pertunjukan budaya Sunda sekaligus mendukung program Sumedang Puseur Budaya Sunda,” pungkasnya.(Jim)


No More Posts Available.

No more pages to load.