RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Di tengah maraknya laporan pencucian ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan air kotor, dapur SPPG The Legend Cafe di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, justru tampil dan bisa menjadi contoh dapur higienis yang menjaga standar kebersihan tinggi.
Di beberapa daerah, proses pencucian ompreng MBG dilakukan seadanya tanpa air mengalir dan menggunakan air keruh yang dipakai berulang kali. Praktik tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan penerima program, terutama para pelajar penerima makanan bergizi gratis.
Berbeda dengan itu, The Legend Cafe selaku dapur SPPG Jatinangor memastikan seluruh peralatan dan proses pencucian dilakukan sesuai standar operasional prosedur.
“Dari awal ompreng dicuci bersih menggunakan sabun, lalu direndam air biasa, kemudian air panas, dan terakhir di-open menggunakan mesin open trai selama dua menit untuk memastikan kering dan bebas bakteri,” ujar Diajeng Diah Anggraeni, Owner sekaligus Pimpinan Dapur SPPG The Legend Cafe kepada Radar Sumedang. Selasa (7/10).
Menurutnya, semua tahap dilakukan untuk menjamin kebersihan dan keamanan makanan bagi 3.900 penerima manfaat MBG di wilayah Jatinangor.
“Kami berkomitmen menjadi dapur yang bersih, higienis, dan bisa menjadi percontohan,” tegasnya.
Diah menambahkan, pihaknya juga menindaklanjuti sejumlah saran dari Forkopimcam Jatinangor terkait sistem sanitasi dan pengelolaan limbah.
“Kami sudah pasang grase trap tiga kali penyaringan sebelum air cucian masuk ke bak kontrol. Ke depan, bak kontrol akan diperbesar agar aliran limbah lebih maksimal,” katanya.
Selain itu, pengelolaan sampah juga diperbaiki dengan menyediakan bak tertutup.
“Kami sudah koordinasi dengan BUMDes Hegarmanah agar sampah diambil setiap hari,” imbuhnya.
Camat Jatinangor, Herman Suwandi, yang datang bersama Kapolsek dan Danramil dalam kunjungan monitoring kedua, mengapresiasi peningkatan kualitas di dapur tersebut.
“Kami memantau progres dari saran sebelumnya. Tujuannya untuk memastikan kualitas higienitas, gizi, dan lingkungan dapur terus meningkat,” ucap Herman.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar kejadian luar biasa seperti kasus keracunan di kecamatan lain tidak terulang.
“Jatinangor harus tetap aman dan menjadi contoh pelaksanaan MBG yang baik,” ujarnya.
Herman juga memberi tambahan saran agar sistem penyaringan limbah dilengkapi septic tank sebelum dialirkan ke saluran umum serta area dapur dipagari agar lebih steril dan aman dari gangguan luar.
Dengan penerapan sistem pencucian berlapis, penyaringan limbah yang sesuai standar, serta koordinasi lintas pihak, Dapur SPPG The Legend Cafe kini menjadi simbol komitmen untuk menghadirkan layanan MBG yang sehat, aman, dan bermartabat di Jatinangor. (tha)







