Ratusan Warga Antre di Cisarua, Rebutan Bahan Pokok Murah dari Pemkab Sumedang

oleh
ANTUSIAS : Ratusan warga antusias membeli bahan pokok makanan saat Gerakan Pangan Murah, di Alun-alun Cisarua, Selasa (14/10). Operasi pasar ini digelar untuk menstabilkan harga bapokting yang sedang melonjak di pasaran.

RADARSUMEDANG.id, CISARUA – Ratusan warga memadati Gerakan Pangan Murah yang digelar di Alun-alun Kecamatan Cisarua, Selasa (14/10) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, warga tampak antusias mengantre di bawah terik matahari demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang itu menyediakan berbagai kebutuhan pokok, di antaranya minyak goreng kemasan Rp14.500 per botol, telur ayam Rp26.000 per kilogram, beras premium Rp62.000 per lima kilogram, daging ayam utuh Rp35.000 per ekor, serta sayuran segar Rp5.000–Rp10.000 per pack.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk membantu menstabilkan harga dan pasokan bahan pangan di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Operasi pasar murah ini bagian dari rangkaian kegiatan rutin yang kami gelar dua kali dalam sebulan. Tujuannya untuk mengendalikan inflasi dan menjaga kestabilan harga bahan pokok penting (bapokting), agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” ujar Tono.

Tingginya minat masyarakat membuat panitia memberlakukan pembatasan pembelian. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal satu kilogram telur, tiga botol minyak goreng, dan lima kilogram beras, agar semua pengunjung bisa kebagian.

“Untuk kegiatan di Cisarua kali ini, kami menyediakan 7,5 ton beras premium, 3,5 kwintal telur ayam, 2.000 liter minyak goreng, daging ayam utuh, serta berbagai sayuran segar. Minat masyarakat sangat tinggi, bahkan sejak pukul 07.30 sudah banyak yang datang. Karena itu, kami batasi pembelian agar semuanya bisa mendapatkan,” jelas Tono.

Meski harus mengantre lama di bawah panas matahari, warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

“Harga di pasar sekarang mahal. Di sini jauh lebih murah, jadi kami rela antre,” kata Cucu, warga Desa Cisarua.

Dalam kegiatan itu, 3,5 kwintal telur ayam habis terjual kurang dari satu jam, disusul beras dan minyak goreng yang juga ludes diborong warga.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana menggelar kegiatan serupa di beberapa kecamatan lainnya hingga harga dan pasokan bahan pangan di pasaran kembali stabil.(gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.