Pemkab Sumedang Bantu Alif, Bocah 7 Tahun Asal Situraja yang Tak Bisa BAB Akibat Penyakit Langka

oleh
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila beserta tim dari Puskesmas Situraja saat menyambangi kediaman Alif Nur Cahya di Situraja, Senin (20/10/2025).

RADARSUMEDANG.id, SITURAJA –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang bergerak cepat merespons kabar mengenai seorang anak berusia 7 tahun asal Desa Situraja, Kecamatan Situraja, yang mengalami sakit langka (post op kolostomi) dan tidak bisa buang air besar secara normal.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, langsung mendatangi rumah anak tersebut yang diketahui bernama Alif Nur Cahya (7). Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sumedang, Alif harus menjalani operasi tahap kedua setelah sebelumnya menjalani operasi pertama tujuh tahun lalu.

Kondisi Alif diketahui karena tidak memiliki lubang anus (atresia ani kongenital) dan membutuhkan tindakan lanjutan berupa pembuatan lubang anus serta penyambungan usus ke anus. Sebelumnya, operasi pertama dilakukan di RS Advent Bandung, namun karena terkendala biaya, orang tuanya terpaksa membawa pulang Alif dan pindah domisili ke Sumedang.

Fajar mengatakan, pihaknya telah meminta petugas kesehatan untuk segera menangani kondisi Alif hingga sembuh.

“Saya sudah melihat langsung kondisi Alif, dan memang betul harus dilakukan tindakan. Seharusnya Alif menjalani tiga kali operasi, tapi baru satu kali, itu pun saat usianya masih tiga tahun,” ujar Fajar kepada awak media, Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, sesuai arahan Bupati Sumedang, dirinya ditugaskan untuk mendampingi Alif hingga mendapatkan perawatan di RSUD dr. Umar Wirahadikusumah Sumedang.

“Mudah-mudahan segera bisa dilakukan operasi dan Alif bisa pulih kembali,” katanya.

Selain memberikan bantuan kesehatan, Fajar juga memberi dukungan moral kepada Alif dan kedua orang tuanya agar tetap tegar menghadapi ujian ini.

“Usia seperti ini adalah masa pembentukan karakter dan mental. Kalau tidak mendapat dukungan dari sekarang, dikhawatirkan nanti Alif bisa minder ketika melanjutkan sekolah hingga dewasa,” ungkapnya.

Fajar juga menegaskan, Pemkab Sumedang berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi semua anak.

“Para guru dan teman-teman sekolah harus ikut mengawal. Di Kabupaten Sumedang tidak ada ruang untuk bullying atau perundungan. Jika terjadi, pelaku akan ditindak tegas, termasuk memanggil orang tuanya,” tegas Fajar.

Ia memastikan bahwa segala biaya pengobatan Alif akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah.

“Saya bersama jajaran hari ini akan mengantarkan Alif ke rumah sakit. Insyaallah seluruh pembiayaan akan ditanggung Pemda Sumedang. Pak Bupati juga langsung menghubungi saya agar mengawal proses ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, Alif merupakan anak pasangan Erni Supriyatin (37) dan Hari Eka Purnama (32). Penyakit yang dideritanya merupakan bawaan sejak lahir, dan operasi pertama dilakukan ketika Alif berusia dua hari di salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Karena keterbatasan biaya, keluarga tidak dapat melanjutkan pengobatan dan memilih pulang kampung ke Sumedang.

Setelah menetap di Sumedang, Alif tidak lagi menjalani kontrol hingga akhirnya warga melaporkan kondisinya kepada pihak pemerintah. Berdasarkan laporan tersebut, Puskesmas Situraja bersama RSUD dr. Umar Wirahadikusumah langsung menindaklanjuti dan berkoordinasi untuk penanganan medis lanjutan. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.