RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Capaian angka stunting terendah di Kabupaten Sumedang tak lepas dari dukungan masyarakat dan kader kesehatan di tingkat desa. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap balita tumbuh sehat dan mendapat pemantauan gizi secara rutin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, menuturkan bahwa dari 68.873 balita sasaran, sebanyak 68.605 balita berhasil diukur. Artinya, cakupan pengukuran mencapai 99,61 persen — sebuah angka yang mencerminkan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi.
“Angka ini tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan keluarga dan kader di lapangan. Mereka adalah ujung tombak yang memastikan setiap anak terpantau,” katanya.
Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi motor penggerak kegiatan pemantauan dan edukasi gizi. Hampir setiap bulan mereka turun ke lapangan melakukan kunjungan rumah, memberikan konseling gizi (99,82%), serta memastikan anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan segera mendapat tindak lanjut medis.
Di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Cimanggung dan Situraja yang kini mencatat penurunan stunting cukup tajam, keberhasilan tersebut dikaitkan dengan kegiatan inovatif kader, seperti “Posyandu Cerdas” dan “Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting”.
Melalui kegiatan itu, masyarakat diajak peduli terhadap kondisi gizi anak di lingkungan masing-masing.
“Pendekatan sosial ini terbukti efektif. Ketika masyarakat merasa memiliki tanggung jawab bersama, penanganan stunting menjadi lebih cepat dan menyeluruh,” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumedang, drg. Hana Zaitunah Fuadi, MKM.
Tak hanya keluarga, pemerintah desa juga memainkan peran penting. Mereka menyediakan dukungan anggaran dari Dana Desa untuk kegiatan penimbangan, pemberian makanan tambahan, serta pembangunan sanitasi sehat di rumah warga.
Program tersebut membentuk pola gotong royong lintas sektor, di mana masyarakat, kader, dan pemerintah saling melengkapi dalam upaya menurunkan stunting.
“Gerakan ini membuktikan bahwa keberhasilan bukan hanya milik pemerintah, tapi hasil kerja bersama seluruh lapisan masyarakat,” tutur Hana.
Dengan semangat kebersamaan inilah, Sumedang kini diakui sebagai salah satu daerah yang berhasil mewujudkan konvergensi nyata penurunan stunting berbasis partisipasi warga.(jim)







