RADARSUMEDANG.id, WADO – Sejumlah korban luka yang selamat dalam kecelakaan maut microbus rombongan ziarah di Jalan Raya Malangbong–Wado, tepatnya di kawasan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, mengisahkan detik-detik peristiwa yang menewaskan empat penumpang tersebut.
Dengan kondisi tubuh masih berbalut perban dan menjalani perawatan di Puskesmas Wado, para korban mengaku sempat memperingatkan sopir microbus agar tidak melaju terlalu cepat sebelum kendaraan nahas itu akhirnya terbalik.
Nurhayati (45), warga Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, menceritakan microbus berwarna merah bernomor polisi E 7566 KC yang ditumpanginya sempat saling salip dengan kendaraan microbus lain dari rombongan mereka.
“Saya sempat tidur, lalu terasa oleng. Saya bilang ke sopir supaya pelan-pelan, tapi tetap saja ngebut. Sekitar lima menit kemudian mobil terbalik,” tutur Nurhayati.
Ia menuturkan, rombongan tersebut baru pulang dari ziarah ke Pamijahan dan Panjalin, Kota Tasikmalaya, menuju Majalengka. Di dalam kendaraan terdapat sekitar 20 orang penumpang.
“Salah satu yang meninggal itu tetangga belakang rumah saya,” tambahnya lirih.
Keterangan serupa disampaikan Durahman (44), korban selamat lainnya. Ia menyebut kendaraan sudah melaju kencang sejak meninggalkan wilayah Malangbong menuju Wado.
“Mulai kencang itu dari daerah yang banyak kandang sapi (Desa Cilengkrang). Saya sudah mengingatkan, tapi tetap ngebut. Saat mendekati elf rombongan lain, mobil oleng dan saya tertindih dua orang,” ungkapnya.
Durahman menduga kecelakaan dipicu rem blong yang menyebabkan sopir kehilangan kendali.
“Ada sekitar 20 orang termasuk sopir di dalam mobil,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang merenggut empat korban jiwa tersebut.
Saat menjenguk korban di rumah sakit, Minggu (2/11), Dony memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal. Biaya pengobatan korban ditanggung oleh pemerintah dan Jasa Raharja sesuai SOP. Korban tidak akan dibebankan biaya,” ujar Dony.(gun)





