RADARSUMEDANG.id, KOTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.285.310 kejadian petir terjadi di wilayah Jawa Barat selama Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan frekuensi sambaran petir terbanyak.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan disertai petir. Menurutnya, sejumlah insiden akibat sambaran petir sudah terjadi di wilayah Sumedang.
“Kemarin kami meninjau salah satu kubah Masjid At-Taufik di Pamulihan yang tersambar petir hingga rusak dan menyebabkan korsleting listrik di sekitar lokasi,” ujar Fajar, baru-baru ini.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk mengurangi risiko bencana akibat petir. Ia meminta masyarakat agar tidak bermain telepon genggam saat hujan deras, terutama ketika terjadi kilat. Selain itu, warga juga diminta rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah terjadinya korsleting dan kebakaran.
“Jangan pula bermain handphone saat sedang diisi daya. Hal seperti itu bisa memicu kebakaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fajar mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di area terbuka seperti sawah atau lapangan ketika hujan disertai petir.
“Itu yang tidak kami harapkan. Mari kita mitigasi risiko bersama-sama. Lebih baik mencegah daripada menunggu bencana terjadi,” tegasnya.
Dikutip dari berbagai sumber, BMKG mengungkapkan, puncak aktivitas petir terjadi pada minggu pertama Oktober dengan total 446.189 kejadian. Dari jumlah tersebut, sambaran petir Cloud-to-Ground (CG) negatif tercatat sebanyak 258.827 kejadian, sementara CG positif mencapai 187.353 kejadian.
“Wilayah dengan jumlah petir tertinggi meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Garut,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu.
Teguh menjelaskan, meningkatnya aktivitas petir dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang labil akibat perbedaan suhu permukaan dan kelembapan udara yang cukup tinggi selama peralihan musim. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan selalu mengikuti informasi resmi BMKG,” tegasnya. (gun)







