RADARSUMEDANG.ID – Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka berhasil meraih juara pertama Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2025. Atas prestasi tersebut, Desa Cibeureum Kulon resmi mewakili Kabupaten Sumedang untuk mengikuti lomba tersebut di tingkat Provinsi Jabar.
Penyerahan hadiah lomba diserahkan Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir dalam acara Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di GOR Desa Cibeureum Kulon pada Rabu, 12 November 2025. Pemkab Sumedang menyerahkan Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat kabupaten ke Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka yang berhasil meraih juara I dengan hadiah Rp1 Miliar dari Pemprov Jawa Barat.
Sedangkan juara II diraih Desa Citepok, Kecamatan Paseh dengan hadiah Rp25 juta, dan juara III Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari dengan hadiah Rp17,5 juta. Adapun juara harapan I diraih Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan dengan hadiah Rp15 juta, harapan II Desa Jambu, Kecamatan Conggeang menerima Rp10 juta dan harapan III Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara mendapat Rp7,5 juta.
Khusus juara pertama, hadiah dimaksud berasal dari Pemprov Jawa Barat. Sedangkan juara kedua hingga harapan ketiga hadiahnya berasal dari Pemkab Sumedang.
Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda menyatakan rasa syukur atas keberhasilan yang telah diraih wilayah administrasi yang dipimpinnya itu. “Alhamdulillah, karena berkat doa, dukungan, dan kerja sama seluruh warga Desa Cibeureum Kulon, hari ini kita berhasil meraih Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2025,” sebut Gun Gun.
Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan Pemerintah Desa. Tetapi juga hasil dari semangat gotong royong, kekompakan, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, keindahan, serta ketertiban desa tercinta.
“Terima kasih kepada seluruh warga, lembaga desa, dan para relawan yang telah turut berkontribusi. Target kita di tingkat Jabar nanti setidaknya masuk nominasi lima besar, mudah-mudahan kita Sumedang bisa juara pertama di lomba tingkat Jabar,” ungkapnya. Dia berharap, penghargaan ini menjadi motivasi bagi semua untuk terus menjadikan Cibeureum Kulon ‘Maju, Agamis, Profesional, Aman dan Nyaman’ (MAPAN).
Sementara itu, Kepala DPMD Sumedang, Widodo Heru P dalam laporannya menyampaikan, Kabupaten Sumedang telah banyak melakukan perubahan. Berbagai inovasi telah digulirkan antara lain SAKIP Desa, E-Office dan E-Office Desa, Sistem Informasi Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati), Sistem Informasi Perdagangan (Sindang), layanan desa melalui WA KEPO (Whatsapp Kebutuhan Informasi dan Pelayanan Online) serta berbagai informasi lainnya.
Banyak penghargaan yang telah diberikan pemerintah pusat, provinsi dan pihak swasta. Namun berbagai pekerjaan besar menunggu untuk diselesaikan. “Antara lain mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, adaptif dan inovatif berbasis tekhnologi digital sampai ke tingkat desa. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan indeks pembangunan manusia dan memastikan tidak ada bayi stunting baru atau zero new stunting,” jelasnya.
Selain itu, masih banyak rumah tidak layak huni yang perlu diperbaiki dan masih banyak desa yang belum memiliki instalasi pengelolaan sampah.
Widodo menambahkan, desa merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya menjadikan ‘Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045. Kecepatan perubahan yang digagas Pemkab Sumedang akan sangat tergantung pada perubahan desa-desa di dalamnya. (tri)






