RADARSUMEDANG.id, KOTA — Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus mengintensifkan upaya penanganan saluran air dan gorong-gorong yang tersumbat sebagai langkah antisipasi genangan air di musim penghujan.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa Pemda hadir untuk memberikan solusi nyata atas keluhan masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan aliran air yang meluber ke jalan dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Menurut Bupati Dony, beberapa hari lalu Pemda bersama jajaran terkait—mulai dari lurah, camat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dibantu warga sekitar gotong royong melakukan penanganan saluran air di sekitar Jalan Sebelas April, Lingkungan Tegalkalong, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara.
Pasalnya di titik tersebut, saluran air kerap meluap ke badan jalan sehingga memicu kerusakan aspal dan membahayakan pengendara.
“Saluran air yang mampet kami bongkar di beberapa titik, kemudian sedimentasi tanah dan lumpurnya diangkut agar aliran air kembali normal dan tidak meluap ke jalan. Ini penting untuk mencegah gangguan bagi masyarakat dan memperpanjang umur jalan,” ujar Bupati Dony.
Ia juga mengimbau masyarakat, termasuk pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut, agar tertib dalam menyediakan bak kontrol untuk memudahkan pemeriksaan aliran air.
Selain itu, pengguna gorong-gorong yang memasang kabel optik di bawah jalur drainase diminta memastikan pemasangan dilakukan rapi dan tidak menghambat pergerakan air.
“Kami menerima banyak masukan terkait teknis gorong-gorong, dan insya Allah semua akan kami tindak lanjuti. Tujuannya agar masyarakat merasa nyaman saat berkendara dan aspek keselamatannya terjamin,” ucapnya.
Di samping penanganan di wilayah kota, Pemda juga menindaklanjuti laporan genangan air di Jalan Nasional dekat Bundaran Alamsari, tepatnya menuju area SPBU.
Termasuk di sepanjang Jalan Serma Muchtar yang kerap banjir akibat peningkatan sedimentasi sehingga sejumlah warga sekitar dengan alat seadanya melakukan pengerukan material sampah juga lumpur.
Genangan tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas, namun berkat koordinasi cepat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN/B2PJN) Jabar–DKI segera turun tangan melakukan perbaikan.
“Alhamdulillah minggu kemarin pihak B2PJN bertindak cepat. Genangan yang sebelumnya cukup mengganggu kini sudah mulai surut dan area tersebut dibenahi,” terang Bupati Dony.
Pemda menegaskan bahwa pihaknya bersama stakeholder terkait akan terus melakukan monitoring dan pemeliharaan drainase, terutama di titik rawan genangan pada musim hujan tahun ini.
Masyarakat pun diminta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menutup akses gorong-gorong.
“Kami upayakan seluruh drainase dan gorong-gorong tetap lancar di musim penghujan. Mohon dukungan semua pihak untuk bersama-sama memelihara fasilitas ini agar tidak terjadi penyumbatan yang merugikan kita semua,” tutup Dony. (jim)





