Seperti dikutip dari situs resmi perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International, MPP antara Indonesia dan Inggris juga mencakup kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan Inggris untuk bersama membangun lebih dari 1.000 kapal penangkap ikan, serta pengembangan armada pertahanan laut Indonesia.
“Melalui kemitraan yang bersejarah ini, kita akan mengembangkan dan membangun kapal-kapal tersebut di dalam negeri, dengan dukungan keahlian, pengalaman, dan teknologi dari Inggris. Program ini menandai babak baru hubungan bilateral Indonesia-Inggris,” kata Prabowo, Sabtu, dilansir dari situs resmi Babcock.
Kemitraan itu bernilai £4 miliar (sekitar Rp87,7 triliun), yang dilaksanakan melalui kerjasama antara perusahaan galangan kapal Indonesia dan Babcock International. Tujuan dari kerjasama ini adalah memperkuat industri perkapalan, pertahanan maritim, dan mendukung agenda ketahanan pangan dari hasil laut nasional.
“Kolaborasi ini akan mendorong ekonomi kedua negara, menciptakan lapangan kerja berkualitas, memajukan kemampuan pertahanan dan industri perkapalan Indonesia, dan yang terpenting, kerjasama ini juga akan memberdayakan nelayan lokal dan masyarakat pesisir, serta menghadirkan peluang ekonomi yang signifikan,” ujar Prabowo dalam keterangan tersebut.
Di Indonesia, program ini akan membuka investasi besar di sektor galangan kapal dalam negeri, merevitalisasi komunitas nelayan, memperkuat pertahanan serta keamanan maritim, dan meningkatkan ketahanan pangan—yang merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia.(jpc)







