Kelola Sampah Sejak 2018, Rumah Kompos Sinar Medal Diganjar Bantuan Mobil Operasional

oleh
BANTUAN : Rumah Kompos Sinar Medal GPS Desa Sukajaya. Konsistensi dalam mengelola sampah, diganjar bantuan berupa mobil pikap dan motor roda tiga.

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG SELATAN  – Konsistensi Rumah Kompos Sinar Medal GPS dalam mengelola sampah rumah tangga di Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Upaya pengelolaan sampah yang dilakukan sejak 2018 oleh Karang Taruna setempat dinilai memberi dampak positif bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyerahkan bantuan dua unit kendaraan operasional pada Jumat (26/12). Bantuan tersebut berupa satu unit mobil pick up dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang serta satu unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pemerintah desa.

Rumah Kompos Sinar Medal GPS selama ini konsisten melakukan pengelolaan, pengolahan, hingga daur ulang sampah rumah tangga. Selain mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA, kegiatan ini juga menghasilkan kompos yang dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Sumedang Selatan, Iyan Riyana, mengatakan rumah kompos yang dikelola para pemuda tersebut terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sejak awal kami berkomitmen mengelola sampah secara berkelanjutan. Alhamdulillah, sekarang rumah kompos ini bisa membantu masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” ujar Iyan.

Ia menuturkan, keberhasilan Rumah Kompos Sinar Medal GPS tidak terlepas dari sinergi para pengelola dan dukungan masyarakat. Perubahan pola pikir warga dalam memandang sampah menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.

“Konsistensi ini terbangun karena adanya sinergi dan upaya bersama untuk mengubah mindset masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah,” katanya.

Iyan berharap Rumah Kompos Sinar Medal GPS dapat menjadi percontohan bagi Karang Taruna di desa-desa lain di Kabupaten Sumedang.

“Kami berharap program ini bisa direplikasi, sehingga muncul regenerasi dan lahir program-program unggulan lainnya di desa lain,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang, Maman Wasman. Menurutnya, peran aktif Karang Taruna sangat penting dalam menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan.

“Permasalahan sampah merupakan isu krusial yang membutuhkan peran bersama antara pemerintah dan masyarakat. Apa yang dilakukan Karang Taruna di Desa Sukajaya ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Maman mengungkapkan, Kabupaten Sumedang setiap hari menghasilkan sekitar 480 ton sampah. Jumlah tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti rumah kompos ini menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi beban sampah,” pungkasnya. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.