RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG UTARA – Mengawali tahun kerja 2026, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memberikan arahan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Ia menekankan pentingnya kehadiran birokrasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut Dony, tahun 2026 merupakan tahun kerja nyata sekaligus momentum penguatan fondasi pemerintahan. Ia menyebut, kepemimpinan dan birokrasi Pemkab Sumedang harus hadir di tengah rakyat, bekerja bersama rakyat, dan memberi dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
“Sebagai pejabat struktural, harus turun ke lapangan, mendengar langsung keluhan rakyat, bukan hanya melalui laporan. Dari sanalah kebijakan yang berempati dan bernurani bisa diambil. Pemimpin harus dekat dengan persoalan nyata di masyarakat,” ujar Dony saat memimpin apel gabungan di Lapangan PPS, Senin (5/1/2026).
Dalam arahannya, Bupati memperkenalkan tagline pembangunan Sumedang 2026 bertajuk “Membumi”, yang memiliki filosofi mendalam dan diwujudkan melalui tiga prinsip utama, yakni Kadeuleu, Karampa, dan Karasa.
Prinsip Kadeuleu bermakna bahwa kinerja pemerintah harus terlihat dan benar-benar dirasakan masyarakat. Pelayanan publik dituntut cepat dan pasti, proyek pembangunan harus jelas manfaatnya, serta program pemerintah harus menghasilkan dampak nyata.
“Tidak boleh lagi ada program yang tidak jelas dampaknya bagi masyarakat. Tidak boleh ada kegiatan yang hanya sekadar mengugurkan anggaran,” tegasnya.
Sementara itu, prinsip Karampa menekankan pengambilan keputusan yang tidak bertele-tele, pelayanan yang tidak berbelit-belit, serta koordinasi antarperangkat daerah yang solid dan saling mendukung.
“Zaman sudah berubah, ekspektasi publik semakin tinggi. Di sisi lain, birokrasi yang lambat menjadi bentuk ketidakadilan baru. Karena itu, mari kita bangun budaya kerja yang responsif, adaptif, dan solutif,” kata Dony.
Adapun prinsip Karasa disebut sebagai ukuran tertinggi keberhasilan pemerintahan, yakni sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Bukan soal banyaknya kegiatan atau besarnya anggaran, tetapi apakah petani lebih sejahtera, UMKM tumbuh, investasi semakin mudah, anak-anak lebih sehat dan berpendidikan, serta layanan publik semakin baik. Jika rakyat belum merasakan manfaatnya, berarti kita belum berhasil,” ujarnya.
Dony juga mengajak seluruh ASN Pemkab Sumedang untuk terus memperkuat integritas dan keteladanan dalam bekerja dan mengabdi. Menurutnya, tagline Membumi harus diwujudkan dalam kebijakan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi hadir dan menyentuh langsung realitas kehidupan masyarakat.
“Ini adalah arah besar Sumedang Tahun 2026 dalam mewujudkan visi Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045, yakni Sumedang Membumi: Kadeuleu, Karampa, Karasa,” katanya.
Ia pun menutup arahannya dengan ajakan kepada seluruh ASN agar memulai tahun 2026 dengan komitmen kuat dan kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya ucapkan selamat bekerja dan selamat mengabdi. Mari kita awali tahun 2026 dengan niat yang lurus, langkah yang kuat, dan kerja yang benar-benar memberi manfaat bagi rakyat,” pungkasnya. (jim/b)







