Jagung Sumedang Surplus 3.000 Ton, Kualitas Panen Jadi Tantangan Serapan Bulog

oleh
Hasil panen jagung kolaborasi Polres Sumedang dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga Bulog di Desa Margalaksana, Sumedang Selatan.

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG SELATAN – Kabupaten Sumedang hingga kini masih memiliki potensi pertanian yang besar, termasuk pada komoditas jagung. Produksi jagung di daerah ini bahkan berada dalam kondisi surplus, meski belum sepenuhnya terserap oleh Bulog.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang mencatat, luas lahan baku sawah dan lahan pertanian di Sumedang mencapai sekitar 27 ribu hektare, termasuk lahan yang berada di kawasan Perhutani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan produksi jagung di Sumedang sejatinya surplus. Surplus jagung diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ton.

“Pada tahun 2025, produksi jagung diproyeksikan mencapai sekitar 81.300 ton. Namun, yang memenuhi standar penyerapan Bulog jumlahnya masih sangat kecil,” kata Tono saat ditemui di salah satu lumbung jagung di Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan, Jumat (9/1/2026).

Menurut Tono, persoalan utama bukan terletak pada volume produksi, melainkan kualitas hasil panen. Banyak petani jagung di Sumedang yang belum memenuhi persyaratan Bulog, terutama terkait kadar air dan kandungan aflatoksin.

“Selama ini setelah panen, jagung memang cepat terjual. Namun, hanya sebagian kecil yang bisa diserap Bulog karena belum sesuai standar mutu,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya menilai perlu adanya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Bulog, dalam penyediaan fasilitas pascapanen seperti mesin pengering jagung. Dengan fasilitas tersebut, hasil panen petani diharapkan dapat langsung diproses sehingga memenuhi standar penyerapan Bulog.

Tono menambahkan, kerja sama dengan Polres Sumedang selama ini telah memberikan dukungan nyata, salah satunya melalui pengadaan mesin pengering jagung bagi petani.

Ke depan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang juga berharap adanya dukungan hibah dari pemerintah pusat, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang mendorong penambahan sarana pengering jagung di daerah sentra produksi.

“Insya Allah tahun ini juga akan diberikan penghargaan bagi petani yang mampu menjual jagung ke Bulog sesuai standar. Potensi jagung Sumedang sangat besar dan mampu bersaing dengan daerah lain, asalkan kualitasnya terus ditingkatkan melalui sinergi semua pihak,” pungkas Tono. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.