RADARSUMEDANG.id, KOTA — Tiga alumni SMAIT Insan Sejahtera Sumedang yang kini menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia mengungkapkan sejumlah program sekolah yang dinilai sangat berkesan dan bermanfaat dalam menghadapi dunia perkuliahan. Testimoni tersebut disampaikan dalam agenda Refleksi Kinerja Kepala Sekolah 2025 yang digelar baru-baru ini.
Ketiga alumni tersebut yakni Nataya Mahadewi, mahasiswa Kedokteran Universitas Jember; Farras Azkiya, mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro; serta Rhadisty, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro.
Farras Azkiya menuturkan, salah satu program paling berkesan yang ia ikuti selama bersekolah di SMAIT Insan Sejahtera adalah program perencanaan masa depan yang dibimbing oleh mentor sekolah. Program tersebut, menurutnya, tidak hanya membantu siswa mengenali potensi diri dan menentukan arah jurusan kuliah atau karier, tetapi juga membangun komunikasi yang kuat antara siswa dan orang tua.
“Melalui program ini, kami tidak hanya menyusun rencana masa depan, tetapi juga diberi ruang untuk menyampaikannya langsung kepada orang tua. Orang tua jadi tahu bahwa anak-anaknya punya mimpi dan tujuan yang serius, bukan sekadar main-main,” ujar Farras.
Ia juga menyoroti program Impactful Leaders yang bekerja sama dengan Productive School. Dalam program ini, siswa dilatih mempresentasikan rencana dan gagasan mereka di hadapan orang tua, guru, dan teman satu kelompok. Menurut Farras, pengalaman tersebut sangat membantu membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi tuntutan akademik di perguruan tinggi.
Sementara itu, Nataya Mahadewi mengungkapkan bahwa program Ujian Praktek Terpadu (Partek) menjadi pengalaman paling berkesan dan terasa manfaatnya ketika ia mulai kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Ia mengaku telah terbiasa mengolah data menggunakan Microsoft Excel dan perangkat lunak pendukung lainnya sejak SMA.
“Ketika masuk kuliah dan mendapat mata kuliah metode penelitian, saya sudah cukup terbiasa mengolah data. Bahkan teman-teman yang belum bisa sering datang meminta bantuan,” kata Nataya.
Nataya juga menyebutkan bahwa tugas akhir di kelas XII berupa penulisan scientific paper berbahasa Inggris menjadi bekal penting dalam menghadapi penugasan akademik di fakultas kedokteran, yang sarat dengan pembuatan makalah dan karya ilmiah.
“Waktu kuliah, saya sudah paham alur berpikir ilmiah dan pengolahan data. Jadi tidak kaget lagi ketika harus mengerjakan tugas-tugas akademik yang mirip dengan skripsi,” ujarnya.
Selain itu, Nataya mengaku sangat terbantu dengan pengalaman mengikuti ekstrakurikuler kedokteran saat SMA. Pembelajaran biologi terapan dan pengenalan materi medis dasar membuatnya lebih siap mengikuti perkuliahan, bahkan mampu menjawab beberapa pertanyaan dosen meski materi tersebut belum dibahas secara mendalam.
“Materi biologi dan eskul kedokteran sangat membantu. Saya jadi lebih memahami konsep dasar kesehatan dan penyakit sejak awal perkuliahan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, asesor yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas sistem pendidikan yang telah dibangun oleh Yayasan dan SMAIT Insan Sejahtera Sumedang. Ia menilai, sistem pembinaan dan program sekolah telah berjalan konsisten dan menunjukkan hasil nyata.
“Kalau SMAIT sudah menyiapkan format dan sistem seperti ini, maka yang terpenting adalah menjaga konsistensinya. Sistem yang sudah dibangun harus terus dipertahankan dan dijalankan,” ujarnya.
Menurut asesor tersebut, berdasarkan testimoni para alumni, sistem pendidikan yang diterapkan SMAIT Insan Sejahtera telah berjalan normal, aktif, dan terbukti berhasil mengantarkan para lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri ternama.
“Dari testimoni alumni, terlihat jelas bahwa sistem ini sudah bekerja dan membuahkan hasil. Ini capaian yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Melalui refleksi kinerja dan testimoni alumni tersebut, SMAIT Insan Sejahtera Sumedang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan akademik, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi jenjang pendidikan tinggi.(rik)






