RADARSUMEDANG.id, KOTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para siswa Sekolah Insan Sejahtera Sumedang. Svara Angklung SMPIT Insan Sejahtera Sumedang dan Svara Angklung SMAIT Insan Sejahtera Sumedang berhasil lolos sebagai finalis Pasanggiri Angklung Satu HATI, setelah melewati tahapan seleksi dan babak semi final yang berlangsung ketat di tingkat nasional.
Keberhasilan dua grup angklung tersebut disambut penuh syukur dan apresiasi oleh Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj. Yani Citraeni, SE, MPd. Ia menilai capaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan seni yang konsisten, kolaborasi yang baik antara siswa dan pelatih, serta dukungan lembaga pendidikan.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh siswa, pembina, dan pelatih. Ini bukan sekadar prestasi lomba, tetapi juga bentuk nyata komitmen kita dalam melestarikan budaya bangsa. Yayasan akan terus memberikan dukungan agar kedua tim dapat tampil optimal di babak final,” ujar Hj. Yani Citraeni.

Pasanggiri Angklung Satu HATI merupakan kompetisi seni budaya yang digelar oleh Astra Honda Motor (AHM) sebagai bagian dari program pelestarian alat musik tradisional Indonesia. Ajang ini terbuka untuk kategori SD, SMP, SMA, dan Umum, dengan total hadiah mencapai Rp46 juta. Pendaftaran lomba dibuka sejak 30 Oktober 2025 dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada babak semi final, peserta diwajibkan mengunggah dua karya angklung, yakni karya dengan lagu sesuai kategori dan karya untuk penilaian final. Selain itu, peserta juga harus mengunggah konten reels angklung di media sosial sebagai bagian dari penilaian kreativitas dan popularitas.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan panitia, babak final akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. Para finalis diminta menampilkan karya angklung dengan lagu bebas, serta konten reels yang kreatif, atraktif, dan relevan dengan pesan pelestarian budaya. Penjurian final dijadwalkan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 5 Februari 2026.

Menariknya, pada babak final ini panitia tidak hanya menilai kualitas musikalitas dan kekompakan permainan angklung, tetapi juga memberikan apresiasi khusus untuk konten reels terbaik. Aspek penilaian meliputi kreativitas, durasi maksimal dua menit, format video vertikal rasio 9:16, kualitas audio-visual, serta kekuatan pesan yang disampaikan kepada publik.
Keikutsertaan Svara Angklung SMPIT dan SMAIT Insan Sejahtera Sumedang dalam ajang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mencintai, mengembangkan, dan melestarikan angklung sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.(Rik)





