Curah Hujan Tinggi di Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

oleh
For Radar Sumedang Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kalak BPBD juga Fokopimcam Ujungjaya saat meninjau salah satu titik longsoran di lokasi dekat perbaikan jalan di Ujungjaya.

RADARSUMEDANG.id — Meski cuaca akhir-akhir ini kian hari kian tak menentu. Namun Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir tetap menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan terus mengguyur secara terus menerus seperti hari Jumat (23/1/2026) kemarin. Maka kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa kewaspadaan menjadi hal utama yang harus dibangun bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. Jadi tolong kalau hujan deras kemudian masuk titik rawan lebih baik mengungsi dulu, menyelematkan jiwa lebih penting,” kata Buoati Dony dalam kertengan persnya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan potensi kerawanan di wilayah rawan bencana.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan wilayah dengan drainase yang kurang baik. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya.

Selain kewaspadaan, Bupati juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai, saluran air, maupun drainase.

Sebab menurutnya, sampah yang menumpuk dapat menyumbat aliran air dan memicu banjir saat curah hujan tinggi.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah ke sungai karena dapat mempersempit aliran air dan meningkatkan risiko banjir,” pintanya.

Di samping itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama musim hujan.

Ia menyebutkan bahwa kondisi cuaca lembap dan curah hujan tinggi kerap memicu meningkatnya risiko berbagai penyakit, seperti influenza, diare, hingga demam berdarah.

“Masyarakat diharapkan menjaga pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala sakit,” ucapnya.

Tak lupa dirinya juga meminta perangkat daerah terkait, camat, lurah, dan kepala desa untuk terus memantau kondisi wilayah masing-masing serta meningkatkan kesiapsiagaan.

Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPBD, Dinas Kesehatan, aparat kewilayahan, dan relawan kebencanaan, diminta agar terus diperkuat.

“Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan apabila terjadi tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah, pohon rawan tumbang, atau peningkatan debit air sungai, agar dapat segera dilakukan langkah antisipasi sejak dini,” terang Dony.

Terakhir, dirinya memastikan kesiapan personel, peralatan, serta langkah-langkah penanganan darurat apabila terjadi bencana.

“Saya ingatkan kembali berikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dimana jalur evakuasi dan titik kumpul. Kemudian jangan mengaktifkan seluler saat hujan deras disertai petir. Jadi terus dilakukan edukasi seperti itu sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan perlindungan kesehatan masyarakat di musim hujan,” katanya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.